Terkait Kinerja ASN di Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat, Ramli MS: Bek Karam Jalo Bak Bineh Pasie

Bupati Aceh Barat, Ramli MS: Bek Karam Jalo Bak Bineh Pasie
Bupati Aceh Barat Ramli MS saat berikan sambutan pada rapat kordinas inovasi di Aula Bappeda Aceh Barat (Foto Juli Saidi)
Penulis
Rubrik

Meulaboh I “Bek karam jalo bak bineh pasie” (jangan sampai perahu tenggelam di pinggir pantai). Kalimat sarat makna ini, disampaikan Bupati Aceh Barat Ramli Mansur Ali Siti Hajar (Ramli MS) dalam sambutannya, pada rapat koordinasi inovasi tahun 2021, di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, Rabu, 14 April 2021.

Kalimat itu disampaikan Ramli MS setelah menyentil kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menurut bupati, harus ada inovasi.

Salah satu yang disorot bupati adalah, masih ditemukan ASN di Aceh Barat tidak ada di kantor. Padahal sudah masuk jam kerja. Ramli MS juga menyebut dokter atau Kepala Puskesmas yang tidak menetap di tempat tugas.

Seharusnya dokter dan Kepala Puskesmas yang bertugas di kecamatan, bisa melakukan inovasi-inovasi sehingga bisa betah bekerja. Misal, pada waktu lowong tertentu, bisa lakukan inovasi bersama masyarakat seperti bersawah atau berkebun.

Inovasi seperti itu sudah pernah ia kerjakan, ketika Ramli MS masih menjabat Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.

Waktu itu, kata Ramli MS, ia bersama kepala sekolah lain bersepakat membeli hasil kebun (pinang) masyarakat dengan harga sama.  Kemudian membeli kerbau untuk dipelihara bersama. “Aktivitas seperti itu juga inovasi agar tidak bosan,” kata Rami MS. 

Memang Bupati Aceh Bara itu menyebutkan, inovasi adalah gagasan atau ide untuk perubahan sebagai upaya agar tidak bosan. Itu sebabnya, ia menantang Kepala Dinas dan Badan Pemkab Aceh Barat, agar berinovasi dan bisa dicontoh bupati atau paling kurang bawahannya sediri, diinstansi atau badan itu bekerja.

Bupati mengajak pejabat yang telah diberikan kepercayaan melakukan inovasi, sebab Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pejabat karir. Jika inovasi dalam melaksanakan tugas mampu dilakukan kepala dinas dan badan, maka akan menjadi contoh dan akan dilirik.

“Itu masalah karir, masalah kebosanan atau sebagainya. Adanya inovasi mereka bisa menciptakan suasana baru di lingkungan mereka masing-masing,” ujar Ramli MS, Rabu.

Lanjut Ramli MS, ia mengakui kalimat yang disampaikan itu sarat makna. Menurut bupati, tujuannya agar mereka tidak bosan. Sementara Bupati Aceh Barat melalui tim yang dibentuk terus melakukan penilaian.

Karena itu, ketika tidak mampu wujudkan inovasi dalam bekerja, sehingga harus dinonjobkan. “Jangan nanti disaat akhir masa jabatan periode saya, ada kepala dinas padahal sangat berjasa, tetapi harus dinonjob,” kata Bupati Aceh Barat Ramli MS.

Maka Bupati berharap, ANS yang telah diberikan kepercayaan diminta untuk berinovasi agar visi-misi bupati bisa terealisasi dengan baik hingga berakhirnya masa kepemimpinannya di Aceh Barat tahun 2022 mendatang.***

Komentar

Loading...