Breaking News

Putusan Mahkamah Agung

Buni Amin Bermalam di Kahju

Buni Amin Bermalam di Kahju
Kejati Aceh
Rubrik
 
Banda Aceh | Kini, mantan Sekda Kabupaten Aceh Jaya Ir. Buni Amin, M.Agric.Sc bin alm. Tgk Musa, terpaksa menjalani hari-harinya di Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Kelas IIB Kahju, Banda Aceh. Ini sejalan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan Buni Amin empat tahun penjara. Eksekusi itu dilakukan Kejaksaan Tinggi Aceh, Kamis pekan lalu di Banda Aceh. Itu sebabnya,  sekira pukul 11.30 WIB hari itu, Buni Amin dihadirkan JPU Kejaksaan Negeri Aceh Jaya ke Kejati Aceh, untuk mendengarkan dan menjalankan eksekusi amar putusan Mahkamah Agung. Hari itu, terdakwa menggunakan kemeja lengan panjang putih dan mendengarkan dengan seksama amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang dibacakan Kepala Seksi (Kasi) Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Aceh.

Kepala Humas Kajati Aceh, Amir Hamzah SH membenarkan jika kasasi Buni Amin ke Mahkamah Agung (MA) sudah turun. Katanya, terdakwa terlihat mengerti dan faham dengan putusan yang dibacakan dan menyatakan siap menjalani perintah amar putusan tersebut. Buni Amin didakwa telah melanggar Pasal 2 Undang-undang No.31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam amar putusan MA menyatakan, terdakwa telah tebukti secara sah dan meyakinkan serta bersalah melakukan tindak pidana. “Korupsi secara bersama-sama”, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana selama empat tahun dan denda Rp. 200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.
 
Selain itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti Rp. 1.9 miliar. Jika uang pengganti tersebut tidak dibayar paling lama satu bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Tak hanya itu,  jika terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun. Saat akan dibawa ke Lembaga Permasyarakatan Kelas II/B Kajhu, Banda Aceh, terdakwa tampak tegar dan siap menjalani eksekusi.***

Komentar

Loading...