Bunga Bertambah, Jumlah Berkurang

Siapa Nikmati Dana Abadi Pendidikan Aceh?

Siapa Nikmati Dana Abadi Pendidikan Aceh?
Surat Deposita Berjangka Dana Abadi Pendidikan Aceh (Foto: ajnn.net)
Rubrik

Mantan pejabat sementara Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Mustafa Abubakar menyebut. Dana abadi pendidikan itu berjumlah Rp2,4 triliun. Namun, dalam LHP BPK RI per 31 Desember 2019 tertera, Rp 462.220.510.140,25. Lantas, kemana sisanya dan siapa yang menikmati?

Dana Cadangan Pendidikan Aceh dibentuk tahun 2005. Dana ini berasal dari sisa Dana Pendidikan atas SiLPA TA 2003 dan 2004. Lalu, Gubernur Aceh ketika itu mengeluarkan putusan Nomor Ku.900/057/2005, tanggal 1 September 2005, tentang Pelaksanaan Transfer ke Rekening Khusus Dana Cadangan Pendidikan Tahun 2005.

Ketika itu, Aceh dipimpin Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Mustafa Abubakar. Dan jauh hari dia telah mengingatkan agar Pemerintah Aceh, mengunakan dana Rp2,4 triliun tersebut untuk memperbaiki kondisi pendidikan Aceh.

20200708-mustafa

Mustafa Abu Bakar (Foto: katadata.co.id)

Nah, sepuluh tahun lalu atau Selasa, 15 Juni 2010. Mustafa Abu Bakar kembali mewanti-wanti. "Waktu saya terakhir menjabat sebagai Pjs Gubernur, dana itu masih ada Rp2 triliun. Sekarang, saya mendapat informasi telah menjadi sekitar Rp 2,4 triliun," katanya saat menghadiri Milad Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Menurut mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara ini, dibandingkan dengan dana pendidikan di pusat yang hanya Rp 900 miliar. Dana abadi milik rakyat Aceh, sangat besar.

Itu sebabnya, dia minta harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Malah kata Mustafa ketika itu, hampir setiap bulan mendapatkan penambahan Rp15 miliar dari bunga bank.

Yang jadi soal, sudahkah harapan Mustafa Abu Bakar terwujud? Lalu, mengapa justeru jumlah dana abadi pendidikan Aceh menyusut atau berkurang dari yang dialokasikan Mustafa? Kemana dana itu mengalir dan siapa yang menikmatinya?

Untuk menjawab secara pasti tentu butuh waktu dan kejujuran dari para pemimpin Aceh saat ini.Termasuk Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Namun, jika membuka LHP BPK RI terhadap Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2019. Jangan kaget. Ternyata jumlah Dana Abadi Pendidikan Aceh per 31 Desember 2019, Rp 462.220.510.140,25,- dan bertambah dari saldo chesar sebesar Rp29.789.008.912,47,- yang berasal dari deposito dan jasa giro yang menambah langsung ke rekening yang ditempatkan pada Bank Aceh.

Itu sebabnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Aceh (DPRA) Teuku Raja Keumangan meminta kepada Dinas Pendidikan Aceh agar memperjelas keberadaan dana abadi pendidikan Aceh sebesar Rp1,2 triliun yang kini tidak jelas keberadaannya.

20200708-trk

Teuku Raja Keumangan (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

“Pada tahun 2006 lalu, dana abadi pendidikan Aceh ini ada sekitar Rp1,2 triliun. Akan tetapi, sampai saat ini dana tersebut tidak jelas keberadaannya,” kata Teuku Raja Keumangan, Selasa di Meulaboh.

Menurutnya, berdasarkan hasil konfirmasi anggota DPRA ke pejabat Dinas Pendidikan Aceh, dana tersebut memang ada. Tetapi, pejabat dinas yang dipanggil  wakil rakyat di DPRA selama dua kali pada kurun waktu April-Mei 2020 tidak bisa memperjelas keberadaan dana tersebut. Gawat!

Tidak hanya itu, kata Teuku Raja Keumangan, dirinya juga mempertanyakan keberadaan dana cadangan pendidikan Aceh yang saat ini juga tidak diketahui penggunaannya.

Untuk itu, ia berharap agar keberadaan dana abadi dan dana cadangan pendidikan Aceh agar dapat diperjelas, sehingga hal ini bisa diketahui masyarakat Aceh.

“Mohon agar diberikan penjelasan, sehingga dana abadi pendidikan ini bisa menjadi jelas dan diketahui oleh masyarakat,” kata Teuku Raja Keumangan.

20200708-bus

Bustami Hamzah SE MM (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Ya, sepertinya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Bustami Hamzah SE MM, harus diminta keterangan dan menjelaskannya kepada rakyat Aceh. Sebab, saat itu dia juga sebagai  Sekretaris DPKA dan kini menjadi Badan Pengelolaan Keuangan Aceh. (kupasan selengkapnya baca edisi cetak pekan depan).***

 

 

 

Komentar

Loading...