Terduga Lakukan Pemukulan Terhadap Azhari Cage

Bripda M. Didi Lazuardi Jalani Sidang Komisi Kode Etik Setelah Putusan Incraht

Bripda M. Didi Lazuardi Jalani Sidang Komisi Kode Etik Setelah Putusan Incraht
Surat Kabidpropam Polda Aceh (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh | Kapolda Aceh melalui Kabidpropam akan melakukan Sidang Komisi Kode Etik terhadap terduga pemukulan Azhari Cage, mantan Ketua Komisi I DPR Aceh dari Partai Aceh.

Informasi sesuai dengan surat yang disampaikan kepada Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), tanggal 8 Oktober 2019 lalu.

Surat Nomor; B/2011/X/HUK.12.10/2019/Bidpropam dengan klarifikasi biasa ini menyebutkan; sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, diberitahukan kepada saudara bahwa, perkara dugaan pemukulan yang dilakukan personel Polresta Banda Aceh terhadap saudara Azhari Cage, 15 Agustus 2019, saat unjuk rasa di depan Kantor DPR Aceh, telah ditindaklanjuti Subbidwabprof Bidpropam Polda Aceh, tulis surat ini.

Selain itu telah melakukan pemeriksaan dan pemberkasan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri terhadap terduga atas nama; Bripda M. Didi Lazuardi (Brig Satintelkam Polresta Banda Aceh). Selanjutnya akan dilakukan sidang Komisi Kode Etik Polri.

“Setelah adanya putusan berkekuatan hukum tetap (incraht) dari pengadilan terhadap perkara tindak pidana penganiayaan yang dilaporkan Azhari Cage, yang ditangani proses penyidikannya oleh Ditreskrimum Polda Aceh,” jelas diakhir surat yang ditandatangani Kombes Pol Muslim Siregar SIK, Kabidprpopam Polda Aceh.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, melaporkan pemukulan terhadap anggota DPRA, Azhari Cage ke Propam Mabes Polri.

Pengaduan ini di tujukan ke Kapolri cq Kadiv Propam Mabes Polri. Laporan tersebut dengan Nomor SPSP2/2073/VIII/2019/BagYanduan, diterima Bripka Budi Widodo.

Dalam pengaduan tersebut YARA juga melampirkan video saat pemukulan dan beberapa kliping media yang memuat berita tentang pemukulan tersebut.

Safaruddin menyampaikan, aksi pemukulan terhadap anggota DPRA yang telah tersebar luas melalui madia sosial memicu kemarahan luas di masyarakat Aceh dan dapat berdampak pada institusi Polri di Aceh.

Karena itu, kata Safar, agar pihak Propam Mabes Polri mengusut tuntas anggota polri yang terlibat dalam pemukulan terhadap Azhari Cagee yang terjadi di komplek gedung DPRA beberapa hari lalu.

20191013-yara

Ketua dan Sekretaris YARA, Safaruddin Fakhrurrazi melapor ke Mabes Polri (Foto: Dok. YARA)

"Rekaman video pemukulan terhadap Ketua Komisi I DPRA, diduga dilakukan oknum petugas yang berada di lokasi unjuk rasa mahasiswa berdampak kepada kurang kepercayaan terhadap institusi Polri jika kasus ini di biarkan," kata Safaruddin didampigi Sekretaris YARA, Fakhrurrazi, Senin, 19 Agustus 2019 lalu.

Safaruddin berharap agar Divpropam Polri segera mengusut kasus pemukulan ini agar kemarahan masyarakat Aceh dapat di padamkan dan juga mengembalikan kepercayaan kepada institusi kepolisian sebagai pengayom masyarkat.

"Ya kita meminta agar kasus pemukulan terhadap Azhari Cage bisa diusut dan pelakunya bisa di berikan sanksi. Ini salah satu upaya mengembalikan kepercayaan terhadap institusi Polri sebagai pengayom masyarakat," ungkap Safaruddin ketika itu.***

Komentar

Loading...