Selamatkan Pecandu

BNN Bentuk Gampong Tangguh di Lumbung Narkoba Desa Mon Geudong

BNN Bentuk Gampong Tangguh di Lumbung Narkoba Desa Mon Geudong
Kepala BNN Aceh Brigjend Pol Heru Pranoto bersama Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya melepaskan 60 ribu bibit ikan lele di Desa Mon Geudong (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe I Untuk menyelamatkan para pecandu narkoba, BNN bekerjasama dengan Pemko Lhokseumawe dan Bank Indonesia (BI), membentuk gampong tangguh di kawasan lumbung narkoba Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kepala BNN Propinsi Aceh Brigjend Pol Heru Pranoto mengatakan itu saat memberi arahan pada acara pembentuk Gampong Tangguh di Desa Mon Geudong, Senin, 4 April 2021.

Heru mengatakan, pihaknya menyambut gembira komitmen bersama untuk membentuk gampong tangguh di kawasan Desa Mon Geudong yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan narkoba dan kriminal lainnya.

Sehingga kehadiran gampong tangguh yang menyajikan program mendongkrak ekonomi masyarakat ini menjadi pilot project untuk memberantas kemiskinan dan narkoba.

Apalagi, BI sendiri yang  mendanai kegiatan pembagian bantuan berupa 60 ribu bibit ikan lele untuk 20 kolam yang dibangun dengan menggunakan terpal dan mesin jahit untuk para kaum wanitanya.

Nah, dengan adanya dukungan BI tadi tentu saja program gampong tangguh akan berjalan sesuai harapan atau dapat mensejahterakan masyarakat miskin dan menyelamatkan para pecandu lepas dari dunia narkoba.

“Kalau sudah ada dukungan BI maka saya yakin program ini akan berhasil. Karena, apa pun program yang dibuat jika tidak ada dukungan dana, tentu sulit dijalankan. Tapi kalau program ada, dan didukung dana  maka akan tercapai tujuan yang diharapkan,” ujarnya.

Heru mengaku, dirinya sangat yakin melalui program gampong tangguh akan mampu memberdayakan masyarakat miskin dan menyelamatkan para pecandu narkoba.

Bahkan mampu menghapus image buruk nama desa yang dikenal sebagai daerah rawan berganti menjadi desa yang maju dan sehat  tanpa terkontaminasi dengan dunia narkoba.

Misi ini sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain untuk meniru pembentukan gampong tangguh sebagai solusi memberantas kemiskinan dan menyelamatkan para pecandu agar lepas dari belenggu narkoba.

Alasannya, karena masyarakat yang menjadi pecandu narkoba di Aceh bukan orang yang bersalah karena mereka adalah korban dari kejahatan bandar narkoba yang mengedar narkoba dan narkotika untuk mencari keuntungan dan memperkaya dirinya.

“Saya berharap di masa mendatang, desa ini benar-benar maju. Bagi yang sebelumnya bergantung hidup dari penghasilan narkoba harus beralih profesi membudidayakan  Ikan. Mereka harus mandiri dan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, “ paparnya. 

Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya mengaku, program gampong tangguh ini akan terus dibentuk di desa lain agar dapat merasakan perubahan hidup masyarakat dan tidak lagi bergantung pada penghasilan narkoba.  

Tujuannya, dapat menyelamatkan calon generasi bangsa di masa mendatang yang hidup sehat dan jauh dari jangkauan narkoba dan narkotika.

“Masyarakat harus mampu berubah dan menjadi lebih baik serta mensukseskan program budidaya ikan lele maupun keterampilan mesin jahit. Kalau sudah ada hasil panen ikan, maka saya yakin masyarakat tidak akan terpengaruh lagi dengan bisnis haram,” kata dia.

Sementara itu,  Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Yokon Afrinaldo mengatakan, untuk mendukung gampong tangguh, BI membantu pembagian 60 ribu bibit ikan lele sistem  bioflok yang dibudidayakan dalam 20 kolam terpal di Desa Mon Geudong. 

Bantuan tersebut diterima langsung kelompok usaha Pemuda Gampong Mon Geudong (PGM)Bersinar yang berjumlah 60 pemuda sebagai anggota.  

Yokon menegaskan, kelanjutan program bantuan gampong tangguh sangat tergantung dari kelompok Usaha PGM Bersinar. Bila program ini berhasil dan sukses memberikan hasil panen bagus dan bisa terus berkembang, maka pihak BI akan selalu siap membantu melalui dana CSR (pemberdayaan masyarakat lingkungan).  

“Sebaliknya bila gagal tentunya itu sangat mempengaruhi keputusan. Karena buat apa kita kucurkan dana bantuan kalau hasilnya nihil. Maka kelanjutan dana bantuan gampong tangguh tergantung pada kelompok masyarakatnya,” tuturnya.***

Komentar

Loading...