Breaking News

Aksi Pengerusakan dan Pencurian Fasilitan Umum Marak

BLHK Lhokseumawe Mengaku Sulit Merenovasi  

BLHK Lhokseumawe Mengaku Sulit Merenovasi  
Fasilitas Umum Rusak (Foto: Zal P)

Lhokseumawe | Berbagai sarana dan prasarana fasilitas umum di Kota Lhokseumawe banyak dirusak tangan jahil. Bahkan, tak sedikit yang dicuri.

Akibatnya, selain meresahkan warga juga merugikan pemerintah setempat.

"Niat untuk memperindah Kota Lhokseumawe sangat sulit dilakukan. Karena maraknya perusakan dan pencurian fasilitas umum. Karena itu, upaya merenovasi bangunan nantinya pasti menjadi sasaran dan sia-sia. Semua fasilitas ditempat terbuka banyak dicuri pada malam hari. Ini sudah berlangsung lama dan sampai sekarang masih menjadi momok bagi pemerintah," ungkap Zulkifli, Kepala Dinas (Kadis) Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lhokseumawe, Minggu,  10 November 2019.

Menurut dia, selama ini aksi perusakan dan pencurian fasilitas umum ditempat terbuka, bukan hanya meresahkan masyarakat tapi juga merugikan negara.

Bahkan sampai hari ini, aksi kriminalitas terselubung itu telah merusak dan menjarah fasilitas umum. Ironisnya, belum terjamah oleh penegak hukum.

Itu sebabnya, petugas BLHK Lhokseumawe hingga kini masih kesulitan untuk memperindah wajah Kota Lhokseumawe, dengan merenovasi bangunan lama dan membangun fasilitas umum baru.

Maklum, semua hasil usaha merenovasi pembangunan tidak akan bertahan lama dan sering menjadi rusak atau hilang dicuri. Itu terjadi karena ulah aksi para pelaku criminal yang melakukan perusakan dan pencurian terhadap fasilitas umum yang ada.

Misal, pemasangan lampu isolarsel sepanjang Jalan Merdeka Barat dan Merdeka Timur, Kecamatan Banda Sakti dan Kecamatan Muara Satu. Kondisinya, telah dirusak hingga tak lagi bisa berfungsi.

Bahkan hampir semuanya kehilangan batere penyimpan arus listrik dalam box tiang lampu.

Tidak hanya itu, hampir seluruh tiang penerangan listrik kehilangan kabel dan bola lampu karena dicuri untuk mengambil kuningannya.

Sehingga rencana memperindah Wajah Kota Lhokseumawe dengan berbagai cara seperti  pemasangan lampu hias dan lainnya telah gagal dilaksanakan.

Hasilnya, dampak buruk yang kini dirasakan masyarakat adalah wajah Ibukota Lhokseumawe, tidak mengalami perubahan dan jauh dari keindahan serta membuat suasana menjadi gelap.

Berbeda dengan wajah ibukota atau kabupaten lainnya yang sedap dipandang mata dengan penerangan lampu hias pada malam hari, sehingga mempercantik pemandangan kota.

Zulkifli mengaku, akibat pelaku aksi kriminalitas yang kerap merusak dan mencuri ditempat, membuat pihaknya kewalahan untuk mengatasinya.

20191110-rusak2

Setiap tahun, negara mengalami kerugian besar atas kerusakan dan kehilangan fasilitas yang dipasang ditempat umum.

Begitupun masyarakat juga tidak bisa menikmati fasilitas umum yang tersedia karena rusak atau dicuri.

Padahal, banyak ide cemerlang untuk memperindah wajah Kota Lhokseumawe, namun tetap saja sulit untuk dilaksanakan.

Penyebabnya, aksi pencurian fasilitas umum semakin marak sehingga BLHK Lhokseumawe hanya bisa melakukan upaya renovasi wajah kota dengan membersihkan dan  mengecat bangunan umum dengan berbagai warna- warni.

Zulkifli juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang tersedia ditempat umum dan segera melaporkan pada pihak berwajib, bila melihat adanya aksi perusakan yang disertai pencurian.***

Komentar

Loading...