Biden Pertimbangkan Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing

Biden Pertimbangkan Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing
AS dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memboikot secara diplomatik gelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022 mendatang. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnnindonesia.com

Jakarta | Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memboikot secara diplomatik gelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022 mendatang.

CNN melaporkan bahwa Biden memang tak mengungkap pertimbangan ini dalam perbincangan virtual dengan Presiden China, Xi Jinping, pada Senin (16/11) lalu.

Namun, beberapa pejabat AS mengatakan kepada The Washington Post bahwa Biden diperkirakan bakal menerima rekomendasi untuk tak mengirimkan petinggi ke gelaran itu.

Biasanya, Gedung Putih selalu mengirimkan delegasi resmi ke acara pembukaan dan penutupan Olimpiade Musim Dingin.

Rekomendasi boikot diplomatik ini sudah digaungkan sejak beberapa waktu belakangan oleh beberapa pejabat, termasuk Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi.

Mereka menganggap boikot ini perlu sebagai bentuk protes atas pelanggaran hak asasi manusia di China. Atas dasar pemikiran tersebut, sejumlah kader Partai Republik bahkan menyerukan agar AS tak mengirimkan atlet ke Olimpiade itu.

Meski demikian, hingga Selasa (16/11/2021), pihak Gedung Putih masih menolak untuk menanggapi soal kabar rencana boikot tersebut.

"Saya tak bisa menambahkan apapun mengenai isu itu. Namun, saya dapat mengatakan bahwa itu bukan bagian dari perbincangan [antara Biden dan Xi]," ujar wakil sekretaris pers Gedung Putih, Andrew Bates.

Kabar ini mencuat setelah pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyatakan bahwa pemerintah sedang menjalin "perbincangan aktif" untuk menentukan sikap mengenai Olimpiade Musim Dingin di China.

Saat itu, Blinken juga ditanyai pendapat mengenai atlet AS harus berpartisipasi dalam gelaran itu atau tidak, mengingat China dituding terlibat genosida terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

"Kami berbicara dengan sekutu, rekan, dan negara-negara dunia soal yang mereka pikirkan tentang gelaran itu, mengenai keikutsertaan mereka. Perbincangan masih terus berlangsung. Kami masih membahasnya," ucap Blinken.

Olimpiade Musim Dingin sendiri akan berlangsung pada 4-20 Februari mendatang di Beijing. Ketika ditanya mengenai tenggat akhir penentuan pengiriman perwakilan AS di kompetisi tersebut, Blinken mengelak.

"Ya, kita lihat nanti. Pertandingan dimulai pada Februari. Sebelum itu, [kami akan memastikan]," katanya.***

Komentar

Loading...