Breaking News

Biden Gelar Pesta, AS Deklarasikan Menang Lawan Corona

Biden Gelar Pesta, AS Deklarasikan Menang Lawan Corona
Joe Biden (Foto: AP/Peter Klaunzer)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan berakhirnya pandemi di Amerika Serikat, Minggu (4/7/2021). Bersamaan dengan Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli, ia merayakan hal itu dalam sebuah pesta di Selatan Gedung Putih yang dihadiri lebih dari 1.000 orang.

"Dua ratus empat puluh lima tahun yang lalu, kita mendeklarasikan kemerdekaan. Hari ini, kita lebih dekat dari sebelumnya untuk mendeklarasikan lagi kemerdekaan dari virus (corona) mematikan," kata Biden.

"Kami telah menang melawan virus ini."

Meski begitu Biden menambahkan bahwa publik AS harus waspada dan jangan terlena dengan kemenangan ini. Ia menyebut masih ada varian Delta, yang ditemukan pertama kali di India, harus bisa ditangani bersama.

"Jangan salah paham: Covid-19 belum dikalahkan sepenuhnya. Kita semua tahu varian yang kuat telah muncul, seperti varian Delta," tegasnya.

AS sendiri menjadi negara yang paling parah dalam melaporkan jumlah infeksi Covid-19. Melansir Worldometers, Senin (5/7/2021) terdapat 34,5 juta infeksi diiringi 621 ribu kematian sejak virus ini masuk ke Negeri Paman Sam.

Namun tren terbaru menunjukkan kasus semakin melandai. Sabtu, AS mencatat 8.095 kasus baru dengan 96 kematian.

Suasana optimis Biden, tulis South China Morning Post, juga diikuti dengan menurunnya kasus rawat inap, dan kematian corona. Ekonomi AS sendiri kini rebound di mana Jumat, Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan bahwa lebih dari 850.000 pekerjaan diciptakan pada bulan Juni.

Sementara itu di sisi lain pemerintahan Biden masih dianggap masih gagal dalam mencapai targetnya memvaksinasi 70% warga Amerika pada tanggal 4 Juli. Sejauh ini AS baru memberikan setidaknya satu dosis vaksin pada 54,7% penduduk dan 47,1% sudah mendapatkan vaksin dosis penuh.

Koordinator respon Covid-19 Biden, Jeff Zients, menyalahkan tingkat vaksinasi yang tertinggal di antara kelompok berusia 18 hingga 26 tahun. Vaksinasi di AS sendiri merupakan sukarela bukan wajib.

"Kami pikir itu akan memakan waktu beberapa minggu ekstra untuk mencapai 70% dari semua orang dewasa dengan setidaknya satu suntikkan pada kelompok usia 18 hingga 26 tahun," kata Zients pada konferensi pers bulan lalu.

AS memberikan vaksin Pfizer/BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson ke warga. Pekan lalu AS menghibahkan 4 juta dosis Moderna ke RI.***

Komentar

Loading...