Breaking News

Terungkap Setelah Korban Mengaku Pada Orang Tua

Biadab, Diduga SP Cabuli Enam Muridnya

Biadab, Diduga SP Cabuli Enam Muridnya
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | SP (30), seorang guru kontrak, yang mengajar pelajaran diniyah pada salah satu Sekolah Dasar (SD) Banda Aceh, diduga melakukan pencabulan terhadap enam orang murid perempuan di sekolah tersebut. 

Informasi ini diungkap Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto pada temu pers, Rabu, 27 November 2019 di Banda Aceh.

Katanya, berdasarkan hasil penyelidikan, SP baru mengajar di sekolah tersebut 2 bulan. Namun, tega melakukan pencabulan terhadap keenam korban yaitu murid kelas 4 dan kelas 6. Sebut saja, MJ, AQ, PN, NJA, SQ dan IR.

Perbuatan bejatnya terungkap atas laporan orang tua IR kelas 4 SD tanggal 20 November 2019 lalu.

“Yang melapor orang tua korban IR. Awalnya korban cerita pada orang tuannya, sehingga dari cerita itulah orang tua IR melaporkan ke polisi,” jelasnya.

Modus operandi SP adalah,  menyuruh muridnya menghafal kitab dalam kelas pada jam istirahat.

“Dia mendekati korban pada saat jam belajar. Lalu, saat jam istirahat diajak korban tetap dikelas untuk diperintahkan menghafal kitab,” ungkap Trisno.

Saat muridnya menghafal, SP langsung memulai aksinya dengan meraba-raba dan membuka (maaf) celana dalam muridnya.

“Celana dalam itu kemudian disuruh masukkan dalam tas korban,” ungkapnya.

Lantas,  SP melanjutkan lagi aksinya dengan memasukkan jari-jemarinya ke bagian intim korban.

Tak sampai disitu, saat korban hendak kebelakang sekolah. SP mengikutinya dengan cara mengendong korban serta diturunkan di WC.

“Saat hendak melakukan lagi, dia bilang pada anak itu, nanti dikasih uang, jangan bilang orang tua ya,” jelas Trisno. 

Selesai melakukan, SP menyuruh korban untuk mencuci bagian intim. “Sambil berkata, besok lagi ya! Begitulah perbutan SP, yang dilakukan pada enam muridnya dengan modus dan tempat yang sama,” ungkapnya.

Saat ini, pihak Kepolisian sedang menunggu hasil visum pemeriksaan terhadap enam korban. “Sedang kita tunggu hasilnya,” ujar Kapolresta Banda Aceh itu.

Atas perbuatan itu, SP dikenakan pasal 82 ayat 3 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.***

Komentar

Loading...