Terkait Penangkapan Enam Boat di Aceh Barat

Besok Berkas 6 Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa

Besok Berkas 6 Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa
Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Pol Drs. Suroso Mihardjo, MM/Foto IST
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Aceh, Selasa besok (25/04/2017) akan melimpahkan berkas perkara enam nakhoda boat asal Aceh Barat yang diduga gunakan pukat trawl mini akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati). Pelimpahan berkas perkara tersebut karena sudah dianggap lengkap (P.21).

“Selasa 25 April 2017, para tersangka dan barang bukti akan diserahkan kepada jaksa di Kejati Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Kejaksaan Negeri Meulaboh untuk diproses lebih lanjut demi kepastian hukum,” kata Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Pol Drs. Suroso Mihardjo, MM melalui Kasi Tindak Subdit Gakkum Ditpolair Polda Aceh Kompol Muhayat Effendi, SH. MH, Senin (24/04/2017). Dijelaskan, penahanan dan pelimbahan berkas perkara itu dilakukan, karena keenam tersangka diduga melakukan tindak pidana illegal fishing. “Perkara yang ditangani sudah P.21, sudah dinyatakan lengkap berkas perkaranya,” ujar Kompol Muhayat Effendi.

Menanggapi ada aksi nelayan Aceh Barat yang melakukan mogok tidak melaut, Direktur Polairud Polda Aceh melalui Kasi Tindak Subdit Gakkum Ditpolair Polda Aceh mengatakan. Setahu pihaknya, dalam proses penyidikan perkara yang diduga gunakan alat tangkap Trawl Mini, proses penyidikannya sudah dilakukan pada Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh belum ada yang komplain dari masyarakat, baik secara tertulis maupun tak tertulis. “Kami lakukan semua dengan proses penyidikan dan sesuai dengan Perkap Nomor 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana,” ujar Kompol Muhayat Effendi.

Seperti diketahui, perkara tersebut awalnya ditangkap oleh Satpolair Polres Aceh Barat, Kamis (23/03/2017).

Kemudian, perkara itu dilimpahkan penanganannya di Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh. Lalu, diproses sesuai aturan yang berlaku. “Kami proses sesuai pasal yang dilanggar yaitu pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009, perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan,” tegas Direktur Polairud Polda Aceh Kombes Pol Drs. Suroso Mihardjo, MM melalui Kasi Tindak Subdit Gakkum Ditpolair Polda Aceh.***

Komentar

Loading...