Berkas JPU Belum Lengkap

Sidang Pembacok Pacar Ditunda

Sidang Pembacok Pacar Ditunda
Aulia saat diciduk polisi (Foto:GoAceh)
Sumber
Laporan Kontributor Bireuen

Bireuen | Sidang ketujuh yang menjerat Aulia (20), terdakwa kasus pembacokan pacar di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen,  Rabu kemarin (17/10), ditunda. Alasannya, berkas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen belum lengkap, sehingga tidak bisa dibacakan.

“Belum lengkap berkas tuntutan, makanya tidak bisa dibacakan. Kami akan segera rampungkan agar dapat dilakukan tuntutan Rabu pekan depan,” jelas JPU Hendra Mubaroq pada kontributor MODUSACEH.CO di Bireuen.

Kontributor media ini melaporkan dari Bireuen. Usai terdakwa duduk, sidang tuntutan yang dipimpin Majelis Hakim Muchtar SH (ketua), didampingi Mukhtaruddin SH dan Rahma Noviantiana SH (anggota), langsung membuka sidang.

Begitupun, saat majelis hakim bertanya kepada JPU terkait tuntutannya, ternyata JPU Hendra Mubaroq SH menyatakan belum lengkap dan meminta sidang ditunda hingga Rabu (24/10) mendatang. Saat itu juga, Ketua Majelis Hakim Muchtar SH menutup sidang dan terdakwa pun kembali dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen.

Sekedar mengulang, Aulia (20), pedagang ayam asal Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Bireuen, terjerat kasus pembacokan terhadap pacarnya sendiri berinisial FM (18). Itu terjadi , 28 Mei 2018 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mochammad Jeffry, melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Teuku Hendra SH menyebutkan. Terdakwa sudah mengikuti enam kali persidangan dengan agenda meminta keterangan para saksi. Menurut Kasi Pidum, ada sekitar 10 orang saksi yang sudah dimintai keterangan dalam enam kali persidangan tersebut.

“Sidang pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Sehingga pada Rabu (17/10), yang merupakan sidang ketujuh. Agendanya pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Aulia,” jelas Hendra. Namun, rencana pembacaan tuntutan tersebut batal karena belum lengkap berkas perkaranya.***

Komentar

Loading...