Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Beri Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Buwas Sebut 7 Juta Orang di Indonesia Kena Narkoba

Beri Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Buwas Sebut 7 Juta Orang di Indonesia Kena Narkoba
Penulis
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyebutkan, hampir tujuh juta orang di Indonesia telah memakai narkoba. "Ini hasil survei Universitas Indonesia (UI) tahun 2016 lalu, dan itu hanya di 17 provinsi saja," kata Budi Waseso saat mengisi kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Rabu, (20/12/17).

Sebut Budi Waseso yang akrab disapa Buwas, pada awalnya, dirinya tidak percaya dengan data tersebut, mengingat anggota BNN dan aparat kepolisian terus menangkap penyelundupan narkoba khususnya sabu. Buwas juga menjelaskan, jika negara Tiongkok menjadi negara penyumbang sabu paling banyak yang dikirim ke Indonesia. "Saat saya mengunjungi Tiongkok, dan bertemu dengan pejabat  negara itu, saya protes. Lalu, mereka bilang itu salah rakyat kamu sendiri, kenapa mau membeli," ulas Buwas mengenang kujungannya ke negara komunis itu beberapa waktu lalu.

Sebenarnya, kata Buwas, dirinya ingin menghentikan seluruh pengiriman sabu dari Tiongkok, namun usahanya itu tidak didukung oleh kementerian lain. Sebab kementerian lain menganggap urusan narkoba menjadi tanggungjawab BNN dan kepolisian. "Tidak bisa begitu. Sebenarnya, semua kementrian harus mendukung dan bertindak," harapnya.

Ditahun 2016 saja, BNN berhasil mengamankan sabu seberat 3,6 ton yang masuk dari Tiongkok. Ternyata, itu hanya sebagian kecil yang berhasil ditangkap BNN, sedangkan lainnya berhasil lolos.

"Kalau kita rupiahkan itu senilai Rp 7 triliun, tapi sayangnya kantor BNN saja masih pinjam punya Kepolisian, itu sudah dua kali dikirim surat pada saya oleh Kapolri Tito Karnavian, minta bangunan itu dikembalikan. Makanya saya bilang negara ini tidak serius berantas narkoba," ulasnya. 

Selain itu, Buwas juga merasa kesal pada Negara Australia, sebab menuduh Indonesia membiarkan sabu bisa lolos ke Australia, karena tidak ketatnya penjagaan di Indonesia. "Kita lihat sekarang, Australia protes, itu tanda negara orang sama-sama memberantas sabu. Tapi dilain sisi, saya juga kesal sama mereka, baru belasan kilogram saja sudah sibuk. Kita berton-ton masuk tidak pernah sibuk," ujarnya.

Itu sebabnya, dia meminta mahasiswa dan mahasiswi untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apapun, sebab kian hari narkoba terus dikembangkan dalam berbagai bentuk, untuk bisa dikonsumsi oleh semua umur. "Ancaman demikian nyata, tinggal kita bagaimana menyikapinya, tapi harus diingat jika generasi muda sudah rusak, sama saja menyerahkan negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini untuk negara lain, silahkan pilih saja," ungkap Buwas mengakhiri penjelasannya.***

Komentar

Loading...