Pasca kebakaran Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran

Berharap Kebijakan dan Perhatian dari Gubernur Irwandi

Berharap Kebijakan dan Perhatian dari Gubernur Irwandi
Penulis
Rubrik

Aceh Besar | Dua hari pasca kebakaran hebat menimpa Asrama Pondok Yatim Tahfidz Baitul Quran, di  Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu malam, (16/07/17), sekira pukul 20.00 WIB. Sebanyak 40 anak yatim diinapkan di Aula PKPU, Komplek Dayah Terpadu Darul Ihsan Tgk Hasan Krueng Kalee, di Desa Siem, Darussalam, Aceh Besar. Aceh. Kepala Bidang (Kabid) Program PKPU Aceh Ustad Apri Adi mengatakan. Pasca kebakaran, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan Kepala Dinas Sosial Alhudri, serta Bupati Aceh Mawardi Ali sudah melihat langsung bangunan yang terbakar, dan membawa bantuan masa panik, berupa pakaian dan makanan. Namun, diakui Didi begitu ia disapa, untuk pakaian ukurannya banyak yang besar, jadi tidak bisa digunakan. “Kasur juga ada dibantu Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, walau tidak mencukupi, kasur kita minta bantuan PKPU Pusat di Jakarta, Insyaallah hari ini sudah ada semuanya kasur,” jelas Didi pada MODUSACEH.CO, di Banda Aceh, (18/07/17).

Masih kata Didi, untuk bantuan Asrama yang terbakar, janji Gubernur Irwandi melalui Alhudri akan dibangun kembali. Anggarannya dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2018, karena dalam APBA Perubahan tidak bisa dimasukkan lagi, mengingat pengajuan program sudah selesai diajukan. Nah, menyangkut uang santunan, Didi sudah mencoba menyampaikan pada Alhudri, namun Alhudri mengatakan, tidak bisa memberikan uang, karena bantuan tidak ada bersifat uang. “Saya pikir bisa dibantu uang santunan, mengingat anak-anak perlu biaya, untuk beli buku dan pakaian sekolah, namun Pak Alhudri bilang tidak bisa, kalau tidak bisa kami pun tidak memaksakan, inikan bantuan orang, apa yang dibantu kita terima, lagi pula untuk anak yatim, Alhudri juga janji bantu dapur umum, tapi hingga sekarang belum dibuat,” ujarnya.

Ia justu berterimakasih pada masyarakat sekitar, sejak kebakaran terjadi, terus berdatangan memberikan bantuan, baik bersifat uang maupun pakaian, dan makanan. “Memang, kalau di Aceh, saya akui masyarakat tidak bisa mendengar kesusahan anak yatim, langsung mereka bantu, terbukti berapa banyak uang sudah mereka sumbangkan, dari uang itulah kami berbelanja semua kebutuhan anak-anka ini,” ucap Didi. Lebih lanjut sebut Didi, mengingat sudah mulai sekolah, untuk sementara waktu, Aula PKPU dijadikan Asrama penginapan anak yatim, walau kasurnya di bentang di lantai. Rencananya, kalau ada bantuan uang mencukupi, aula itu akan dibuat beberapa kamar, untuk penginapan semenatara, sambil menunggu bantuan donator untuk membangun asrama yang terbakar. “Ya, bagaimana, mungkin aula itu akan kita skat, jadikan kamar, atau anak-anak akan kita pindahkan ke  Desa Santan, Kecamatan Lambaro, Aceh Besar. Namun, kalau kita pindahkan ke sana, bagaimana transportasi mereka ke sini, untuk sekolah, itu juga jadi masalah,” ungkap Didi.

Nah, untuk proses belajar  mengajar sendiri sebut Didi, tetap berlangsung lancar, karena memang ruang sekolah hanya terbakar sedikit, namun masih bisa digunakan,anak-anak masih memakai baju bebas saat belajar, karena memang bantuan baju seragam belum ada. Dirinya berjanji, untuk terus mencari bantuan para donator, untuk membeli pakaian sekolah para anak yatim tersebut. ”Ini bangunan sisa kebakaran harus kami robohkan, karena anak-anak trauma, melihat bamngunan itu, masih terbayang mereka saat kebakaran,”  paparnya. Terkait bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh dan diakui Kadis Sosial Aceh Alhudri ada kendala, Didi berharap ada kebijakan dari Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. "Saya yakin pada Pak Irwandi ada solusi. Kami percaya dia sangat peduli dengan anak yatim, apalagi baru tertimpa musibah.***

 

Komentar

Loading...