Kocok Ulang Kepala BPKS

Berharap Sesuai Aturan dan Kemampuan, Bukan "Pesanan atau Orderan"

Berharap Sesuai Aturan dan Kemampuan, Bukan "Pesanan atau Orderan"
Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Rubrik
Sumber
Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Setelah 10 bulan atau sejak tanggal 16 Januari 2019, Ir Razuardi Ibrahim MT memimpin (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah akhirnya melakukan kocok ulang jabatan yang pernah dipegang Sayed Fadhil ini.

Tak hanya kursi Razuardi, posisi Islamuddin ST, Wakil Kepala BPKS juga mengalami pergantian.

Nah, untuk maksud tersebut, selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS). Nova Iriansyah membuka rekrutmen secara terbuka atau memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri, mengikuti seleksi sebagai calon manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tahun 2019.

Itu sebabnya, melalui Keputusan Gubernur Aceh, selaku DKS, Nomor 515/1728/2019, tanggal 25 Oktober 2019. Nova menetapkan HT.Teuku Ahmad Dadek, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh sebagai Ketua Tim Seleksi dan Fit and Proper Test.

Tim ini menyebutkan nama Nova Iriansyah sebagai pengarah, sementara Setda Aceh dr. Taqwallah M.Kes (pembina), Adnan Ganto (penasehat) dan Makmur SH, M.Hum sebagai sekretaris.  Tapi, minus nama Walikota Sabang Nazaruddin dan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali. Keduanya, sebagai anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS).

Untuk Tim Penguji, juga masih dipercayakan kepada Adnan Ganto (ketua), Prof Dr. Abdi Wahab, Prof Dr. Alyasa’ Abubakar, Mawardi Ismail, Dr. Mirza Tabrani SE, Prof Syahrizal Abbas (akademisi) serta Ir. Zubir Sahim (mantan Kepala BPKS) sebagai anggota. 

Seluruh nama tersebut, merupakan figur orang kepercayaan dari Nova Iriansyah dan tak diragukan integritasnya. Maka, muncul harapan, hasilnya pun bergerak lurus bukan sebaliknya, Asal Bapak Senang?

Sebatas ini tentu tak soal. Itu sebabnya, rakyat Aceh umumnya dan Sabang khususnya berharap. Proses pergantian dan seleksi tadi benar-benar dapat berjalan sesuai aturan, bukan “pesanan” atau “orderan”.

Dugaan ini sah saja diungkapkan. Sebab, sudah pernah terjadi sebelumnya.

Saat itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari Hasan didapuk sebagai Ketua tim seleksi calon manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Sabang.

Ironisnya, dia justeru tak kokoh dalam menetapkan  keputusan hasil seleksi. Entah apa sebabnya, keputusan yang telah dia tetapkan. Eeh, batal dan berganti.

Awalnya, tim seleksi mengumumkan 12 nama untuk jabatan; kepala, wakil kepala, deputi umum, deputi komersil, deputi pengawasan, deputi teknik, diwakili oleh dua kandidat.

Sehari kemudian, keputusan itu berubah. Azhari mencabut kembali surat sebelumnya dan mengeluarkan surat keputusan baru. Jumlah peserta dalam keputusan ini pun membengkak.

Tragisnya, nama-nama yang sempat gagal kembali dimunculkan. Misal, dalam surat sebelumnya, hanya nama Salahuddin dan Sayid Fadil yang tertera. Dalam surat baru, muncul nama Muhammad Ikhsan dan Husnan.

Nah, akankah potret jelek hasil kerja tim seleksi dan fit and proper test Kepala dan Wakil Kepala BPKS tahun lalu terulang kembali? Bisa benar juga tidak.

Bila benar, tentu erat kaitannya dengan sosok Kepala dan Wakil Kepala BPKS yang telah dipersiapkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Artinya, rekrutmen dan proses seleksi hanya formalitas saja.

Jika tidak, tentu akan berjalan sesuai alur, aturan serta mekanisme normal. Begitupun, dari cerita panjang mengenai posisi dan kedudukan Kepala dan Wakil Kepala BPKS selama ini, sadar atau tidak, belum lepas dari faktor politis dari penguasa daerah ini. Itu terjadi sejak awal, hingga periode lalu. Jadi, kita tunggu saja. (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...