Antara Rumor dan Fakta

Beredar Kabar Polda Aceh Mulai Sidik Kredit Rp108 Miliar di Bank Aceh

Beredar Kabar Polda Aceh Mulai Sidik Kredit Rp108 Miliar di Bank Aceh
Ilustrasi (Foto: google)

Banda Aceh | Tak ada hujan apalagi petir di siang bolong. Tiba-tiba saja, warga Kota Banda Aceh, khususnya para wartawan, sejak sepekan lalu tersita perhatian, terkait beredarnya kabar bermotif antara rumor dan fakta tentang langkah penyelidikan, yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Aceh.

Muncul sas sus, aparat penegak hukum ini sedang mendalami dan melirik kasus penyaluran kredit Rp108 miliar dari PT. Bank Aceh Syariah (BAS) kepada salah seorang pengusaha kelas atas Aceh, berinisial M.

Sekilas, pemberian kredit itu terkesan biasa saja, apalagi dari lembaga keuangan resmi plat merah seperti PT. Bank Aceh Syariah (BAS). Tapi yang jadi soal, jumlahnya dinilai besar, jika tak elok disebut “diluar” kezaliman yaitu, Rp108 miliar. Duh! 

“Bank tentu punya pertimbangan sendiri dalam menyalurkan kredit. Misal, azas kepatutan dan kelayakan. Namun, semua itu bisa terpinggirkan bila ada “tangan” penguasa. Apalagi sekelas Bank Aceh,” ungkap sumber media ini di Banda Aceh, Kamis siang.

Nah, entah karena alasan itu pula, beberapa waktu lalu sempat beredar satu rekaman yang menyebut adanya dugaan “pat gulipat” antara pengusaha tadi dengan pimpinan Bank Aceh Syariah. Termasuk menyebut nama penguasa daerah ini, karena telah mengeluarkan rekomundasi kepada Bank Aceh agar mencairkan dana Rp108 miliar kepada pengusaha tadi.

Tapi, lagi-lagi informasi ini masih sebatas antara rumor dan fakta. Karena, sejauh ini belum ada pihak yang bersedia dikonfirmasi secara terbuka.

Sumber di Bank Aceh Syariah yang dihubungi media ini juga memilih diam. Termasuk Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono, SIK, Msi, yang belum berhasil dihubungi media ini, Kamis siang.

Begitupun, sumber lain di Polda Aceh membenarkan adanya proses penyelidikan yang sedang dilakukan. “Baru proses penyelidikan, karena itu kami tak bisa mempublikasi dulu pada media pers. Bersabarlah,” kata sumber yang tak mau ditulis namanya ini.

Sebaliknya, dia mengaku dan membenarkan jika pihaknya sudah dua kali memanggil pengusaha tersebut. “Betul, sudah dua kali tidak hadir. Kemarin atau Rabu, panggilan kedua, tapi tidak datang juga,” jelas dia.

Sumber lainnya menjelaskan, bergeraknya tim penyidik Polda Aceh untuk mengusut ini, tak lepas dari laporan masyarakat. Selain itu, didukung dari data awal yang mereka miliki.

Misal, bagaimana proses pencairan kredit yang terbesar selama PT. Bank Aceh Syariah ini berdiri. “Ya, namun kami tetap bergerak atas data dan fakta hukum yang ada, bukan rumor dan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,” sebut sumber itu.

Dia mengaku, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada menunjukkan komitmennya untuk menangani dan mengungkap berbagai kasus korupsi di Aceh. “Kawan-kawan wartawan dengar sendiri pernyataan Pak Kapolda saat temu pers beberapa waktu lalu. Beliau serius untuk mengungkap kasus dugaan korupsi di Aceh. Termasuk kejahatan transnasional,” ujar sumber tersebut.***

Komentar

Loading...