Beredar Kabar Pasien Ganguan Jiwa di Kabur, Humas RSUCM, Jalaluddin: Itu Berita Hoax!

Beredar Kabar Pasien Ganguan Jiwa di Kabur, Humas RSUCM, Jalaluddin: Itu Berita Hoax!
Humas RSU Cut Mutia Jalaluddin menunjukkan kondisi ruang khusus Unit Pelayanan Intensive Psikiatry (UPIP) tempat merawat pasien gangguan jiwa di RSU Cut Mutia Desa Buket Rata (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Aceh Utara, drg. Nurhaida melalui Humas RSUCM, Jalaluddin membantah kabar yang menyebut, sejumlah pasien gangguan jiwa di rumah sakit itu kabur.

“Itu hoax, tidak ada yang kabur, semua dalam perawatan medis di ruang Unit Pelayanan Intensive Psikiatri (UPIP),” kata Jamaluddin pada media ini, Rabu di Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Aceh Utara. 

Itu sebabnya tegas Jamaluddin, informasi kaburnya pasien gangguan jiwa tadi sudah berlebihan dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat luas. 

Padahal, kejadiannya hanya satu pasien  asal Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara yang keluar. Tapi, bukan  kabur dalam perawatan medis atau hilang karena kelalaian petugas medis. 

Apalagi ada tundingan pasien gangguan jiwa kabur lantaran tak mendapat perawatan,  karena pihak RSUCM sibuk mengurus pasien Covid-19.

“Karena pasien itu tergolong hampir sembuh dan tidak lagi dirawat dalam kurungan ruang UPIP serta sudah bisa berbaur dengan masyarakat,” jelas Jamaluddin.

Dia mengaku, saat ini ruangan UPIP sedang direhabilitasi. Dan tidak benar jika ada pasien yang keluar melalui jendela hingga merusak dan membobol pintu.

“Semua informasi itu bohong dan hoax serta berlebihan.  Namanya juga orang sakit jiwa, sering bertingkah aneh. Tapi kejadian itu justeru menjadi polemik di media,” tegasnya.

Pasca kejadian itu, petugas dan pihak keluarga pun memanggil dan membawa pasien tersebut kembali ke ruangan.  “Sekarang pasien itu sudah dinyatakan sembuh dan dibawa pulang keluarganya ke Panton Labu,” ujarnya.

Jalaluddin menyebut, sebelumnya RSUCM sempat merawat 15 pasien gangguan jiwa di ruang khusus Unit Pelayanan Intensive Psikiatry.  Dan rumah sakit ini memiliki dua dokter jiwa yang menangani pasien secara intensif. Mereka adalah, Dr.mila Astari Harahap Spj dan Dr. Alpriana Spj, dibantu 15 perawat jiwa.

Sedangkan ruang UPIP kondisi penuh dengan jeruji besi dari pintu,  jendela hingga atapnya dan sangat sulit untuk dibobol.

Jalaluddin menerangkan,  karena saat ini ruang rawat UPIP masih dalam proses rehab, maka 13 pasien gangguan jiwa telah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kota Banda Aceh. 

Sisanya dua pasien yakni satu wanita asal Kota Lhokseumawe dan satu pria asal Aceh Utara, berada dibawah penanganan RSUCM. 

20200708-jamal2

Jalaludin berharap kepada keluarga pasien agar tetap menjenguk pasien dan tidak hanya sebatas menitipkan saja di RSUCM.  “Karena untuk kesembuhan pasien juga dibutuhkan adanya dorongan dari pihak keluarganya,” katanya.

Benarkah penjelasan Jamaluddin? Sumber media ini di rumah sakit mengungkapkan. Yang direhab ruang UPID tapi ada pembangunan ruang infeksi.

Akibatnya berimbas pada sarana dan prasarana pelayanan jiwa di UPID yang selama ini merawat 40 pasien jiwa (bukan 15 orang) setiap bulannya.

Ungkap sumber tadi, saat ini semua kasus pasien gangguan jiwa dirujuk RS Jiwa Banda Aceh, setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test di RS Cut Meutia secara gratis dan biaya ambulance ke Banda Aceh dijamin BPJS Kesehatan.***

Komentar

Loading...