Beredar Kabar Oknum Jaksa Peras Pejabat, Sekdis: Informasi Itu Tidak Benar!

Beredar Kabar Oknum Jaksa Peras Pejabat, Sekdis: Informasi Itu Tidak Benar!
Ilustrasi pemerasan. (Foto: wartakota.co)

Aceh Timur | Beredar kabar, ada oknum jaksa berinisial H di Kejari Aceh Timur diduga melakukan pemerasan terhadap salah seorang pejabat SKPK Aceh Timur, Rp200 juta rupiah jelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442H lalu.

Informasi yang diperoleh media ini,  Senin (17/5/2021) siang menyebut. Dugaan pemerasan itu dilakukan oknum jaksa terhadap salah seorang pejabat di level Sekdis berinisial Z.

Seperti diberitakan salah satu media online, Senin (17/5/2021). Salah seorang sumber yang tak ingin disebut namanya mengungkapkan, ia juga mendengar informasi yang berkembang mengenai salah seorang oknum jaksa yang bertugas di Kejaksaan Aceh Timur, diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap seorang pejabat SKPK dengan jumlah uang ratusan juta.

“Pemerasan terhadap pejabat pasti ada temuan kasus penyimpangan anggaran yang melibatkan pihak SKPK, maka untuk menutupi kasus tersebut kemungkinan di 86 kan,” ungkap sumber itu mengutip pemberitaan di salah satu media online, Senin. 

Banyak pihak menduga kalau informasi tadi terkait dengan program pembangunan salah satu instansi yang ada di Aceh Timur, namun sejumlah pekerja media masih mendalami adanya dugaan oknum pejabat di Kejari Aceh Timur ini 'bermain'.

Dari hasil penelusuran MODUSACEH.CO diketahui oknum jaksa berinisial H tadi adalah pejabat teras di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Saat dikonfirmasi, jaksa berinisial H membantah adanya dugaan itu. Menurut dia, salah seorang berinisial Z adalah Sekdis di instansi Aceh Timur dan dari pengakuannya, dia tidak pernah melakukan pemerasan terkait pekerjaan di instansi itu.

"Dari hasil evaluasi kita memang tidak ada yang tidak dikerjakan, semua pekerjaan dilakukan sebanyak 34 unit rumah. Bahkan dari hasil audit Inspektorat ada perbedaan senilai Rp57 juta pada pengerjaan itu dan setelah kita sarankan, telah dikembalikan. Jadi tidak ada temuan. Maka kalau ada informasi miring itu tidak benar," kata jaksa berinisial H saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Senin sore.

Menurut salah seorang kepala seksi (kasi) di kejaksaan ini, jika memang ada bukti telah terjadinya dugaan pemerasan dia meminta untuk segera dilaporkan ke pihak terkait, sehingga tidak meninggalkan opini negatif. 

"Kalau ada bukti silahkan dilaporkan ke penegak hukum, justru keberadaan kami untuk melakukan penyelamatan keuangan negara. Namun dari hasil yang dikerjakan, semua sudah terlaksana sesuai ketentuan. Jadi logikanya kami memeras itu berdsararkan apa, tidak masuk logika," ujar H.

Sementara itu, salah seorang pejabat SKPK berinisial Z yang turut dikonfirmasi MODUSACEH.CO Senin (17/5/2021) membantah informasi yang beredar. Menurutnya hal itu tidak benar.

"Informasi itu tidak benar, tidak ada yang melakukan pemerasan terhadap saya," sebut Sekdis ini.

Terkait adanya pengerjaan rumah rehab dan pembangunan rumah baru sebanyak 34 unit, itu sudah selesai dikerjakan untuk kaum dhuafa pada anggaran 2020 dan semuanya telah sesuai ketentuan yang ada.

"Saya juga tidak tahu dari mana informasi itu," jelas Sekdis ini saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO.***

Komentar

Loading...