Diduga Bidik Pengadaan Kapal Aceh Hebat dan Anggaran Refocusing Covid-19

Beredar Kabar, KPK Minta Keterangan dan Klarifikasi dari Pejabat Aceh

Beredar Kabar, KPK Minta Keterangan dan Klarifikasi dari Pejabat Aceh
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Sekda Aceh, Bupati Aceh Jaya, Kadishub Aceh, melepas pelayaran perdana kapal Aceh Hebat 1, yang akan melayari Pelabuhan Calang Aceh Jaya ke Pelabuhan Kolok Sinabang, di Aceh Jaya, Selasa, 9 Maret 2021 (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

MODUSACEH.CO I Bau amis dan dugaan praktik pat gulipat pengadaan barang dan jasa di jajaran Pemerintah Aceh, akhirnya mendapat perhatian khusus dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Sumber terpercaya media ini di Banda Aceh dan Jakarta membenarkan, jika penyidik KPK sedang melakukan atensi penuh terhadap paket pengadaan yang bersumber dari APBA 2019 dan 2020 tersebut.

“Info yang kami dapat, KPK akan meminta keterangan dan klarifikasi dari tiga pejabat Aceh yaitu berinisial T dan J,” ungkap sumber tadi.

Begitupun, hingga Kamis malam, sekira pukul 19.15 WIB, media ini belum berhasil mengkonfirmasi pejabat dimaksud.

Telpon seluler Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Junaidi yang juga mantan Plt Kepala ULP Setda Aceh, saat dihubungi sedang tidak aktif. 

Informasi lebih lanjut juga gagal diperoleh dari penasihat khusus (Pensus) Dishub Aceh Thamren Ananda. Dihubungi melalui telpon seluler tidak diangkat. Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), hingga pukul 19.30 WIB, tidak berbalas.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada AJNN membenarkah  adanya penyelidikan tersebut. "Benar, ada kegiatan penyelidikan oleh KPK, diantaranya melakukan permintaan keterangan dan klarifikasi terhadap beberapa pihak terkait," kata Ali Fikri kepada AJNN, Kamis, 3 Juni 2021, sore. 

Namun, Ali mengaku belum bisa menyampaikan materi kegiatan yang sedang dilakukan oleh penyidik lembaga antirasuah ini. 

Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan istri menyambut dan meninjau KMP Aceh Hebat 2 yang telah tiba di dermaga Ulee Lheue, Sabtu (19/12/2020) pagi (Foto: Humas Pemerintah Aceh).

"Karena masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai materi kegiatan dimaksud. Perkembangannya nanti kami akan informasikan lebih lanjut," ujar Ali Fikri.

Sebelumnya atau sejak Rabu malam hingga Kamis siang, sempat beredar kabar ada pejabat eselon II (kepala dinas) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Itu sebabnya, sejak pagi tadi, media ini terus melakukan konfirmasi ke berbagai pihak. Baik di Banda Aceh maupun Jakarta.

Ini penting sebagai langkah validasi dan akurasi serta konfirmasi terhadap informasi yang diperoleh.

Begitupun, untuk  memastikan kebenaran informasi tadi, media ini tak berhasil mendapat keterangan yang valid. Maklum, sejumlah pihak terkesan tutup mulut. 

“Ya, info yang kami dapat ada yang akan dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Selanjutnya, silakan Anda pastikan lagi,” ungkap seorang sumber dari satuan intelijen yang pernah bertugas di Aceh.

Ditanya tentang objek penyelidikan yang dilakukan KPK, sumber itu menyebut. “Sepertinya soal pengadaan Kapal Aceh Hebat 1, 2 dan 3 serta pengunaan anggaran refocusing Covid-19,” ujar dia.***

Komentar

Loading...