Breaking News

Beredar Kabar, BNN Amankan Seorang Ketua Parnas di Bireuen, Ada Apa?

Beredar Kabar, BNN Amankan Seorang Ketua Parnas di Bireuen, Ada Apa?
Ilustrasi (Foto: net)
Sumber
Dari Berbagai Sumber

Bireuen I Beredar kabar, salah satu pimpinan partai politik nasional (Parnas) di Kabupaten Bireuen, Selasa malam kemarin diamankan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Jakarta.

Pengamanan ini spontan menyebar ke berbagai kalangan di kabupaten itu. Hanya saja, tak ada pihak yang berani mengaku secara terbuka. Termasuk sejumlah jurnalis di Kota Juang tersebut lebih memilih diam dan pasif.

“Betul, kami juga mendengar Pak Us sudah dibawa ke Jakarta. Tapi, tak jelas alasannya,” ungkap seorang jurnalis di sana. Karena alasan keamanan, dia minta namanya tidak disebut dan tulis.

Sejauh ini, MODUSACEH.CO juga belum memperoleh informasi yang jelas dan pasti, terkait BNN Pusat mengamankan anggota DPRK Bireuen itu.

Tapi, sumber media ini di Bireuen mengungkap. Us merupakan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bireuen. Dia juga berstatus anggota DPRK Bireuen Periode 2019-2024 dan dijemput serta diamankan tim BNN Pusat, Selasa malam kemarin.

Masih kata sumber tadi, “penangkapan” Us terkait dengan pengembangan penangkapan 40 kilogram lebih narkoba jenis sabu-sabu di Medan, Sumatera Utara beberapa hari lalu.

Ceritanya, salah satu tersangka yang diciduk operasi BNN Pusat itu adalah warga Aceh (Bireuen). “Nah, kabarnya dari pengembangan itulah, BNN menjemput Us di Bireuen. Ada yang menyebut dia masih di Banda Aceh.Tapi ada yang bilang, hari ini sudah diterbangkan ke Jakarta.

Namun, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, media ini mengalami sejumlah kendala untuk melakukan konfirmasi. Maklum, berbagai jajaran atau instansi terkait seperti BNN Aceh, stafnya memilih untuk tidak bicara.

Berbeda bila diperlukan publikasi media. Mereka justeru mengundang jurnalis untuk meliput. Ada apa?

Sebelumnya, BNN Sumatera Utara, Selasa, 23 Februari 2021 menangkap tersangka MB. Diduga dia sebagai pengedar 5,5 kilogram narkoba jenis sabu di Medan.

Ironisnya, MB masih berstatus narapidana kasus narkoba yang telah divonis seumur hidup. Saat ini dia mendekam di Rumah Tahanan Labuhan Deli.

Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol Atrial di Medan, Selasa, mengatakan. Selain MB, petugas juga meringkus tersangka IRD dalam kasus peredaran narkotika.

Ia menyebutkan, meski sudah mendapat ganjaran hukuman seumur hidup, MB tidak juga bertobat dan menjadi pengendali peredaran narkoba dari balik terali besi (penjara).

"MB tidak menyesal perbuatannya dan masih saja mengedarkan narkoba," ujarnya.  Atrial menjelaskan, awalnya menangkap tersangka IRD di Jalan Medan-Tanjung Pura pada 17 Februari dengan barang bukti 5,5 kg sabu.

Dari hasil pemeriksaan tersangka IRD mengakui barang terlarang itu diperolehnya atas suruhan MB seorang narapidana (napi). "Kami tangkap MB dari Rutan Labuhan Deli," katanya.

Nah, dari hasil interogasi narkoba MB dan IRD mengaku, barang haram ini dipasok dari Aceh dengan upah Rp15 juta per kilo untuk mengedarkan sabu.

Selanjutnya, BNN Sumut bersama BNN Pusat mengembangkan kasus ini. Hasilnya, ditenggarai sejumlah nama ikut terlibat atau memiliki kaitan dengan bandar narkoba Aceh-Sumut.

Lantas, adakah kaitannya dengan kondisi dan nama Us yang saat ini telah diamankan BNN Pusat di Jakarta? Entahlah!***

Komentar

Loading...