Breaking News

Peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh

Berdalih Hindari Kerumunan Massa, UAS Diganti Syekh Ali Jaber

Berdalih Hindari Kerumunan Massa, UAS Diganti Syekh Ali Jaber
Ribuan masyarakat Aceh Barat, memadati halaman Pesantren Serambi Aceh, Kecamatan Kaway XVI, Jumat (8/3/2019) sore. (Foto: Facebook Win Meulaboh)
Rubrik

Banda Aceh I Kerinduan rakyat Aceh untuk bertemu dan mendengarkan langsung tausiyah dari Ustad Abdul Somad (UAS) pada peringatan 16 Tahun Tsunami Aceh, Sabtu, 26 Desember 2020 mendatang pupus sudah.

Maklum, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh sebagai panitia pelaksana, menganti UAS dengan Syekh Ali Jaber. Alasan utama, untuk menghindari kerumunan massa karena masih dalam kondisi Covid-19.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin kepada media ini, Rabu, 23 Desember 2020 di Banda Aceh, membenarkan adanya pergantian tersebut.

20201223-syek

Syekh Ali Jaber (Foto: CNNIndonesia.com)

Katanya, kehadiran Syekh Ali Jaber merupakan kesepakatan antar dinas dan instansi. “Ya, ada beberapa nama, tapi hasil rapat akhirnya memutuskan untuk mengundang Syekh Ali Jaber,” ungkap Jamaluddin.

Dia juga membenarkan, keputusan menganti UAS, untuk menghindari adanya kerumunan massa. “Itu keputusan rapat bersama kami dengan Kesbangpol Aceh, Dinas Syariat Islam serta lainnya,” ujar Jamaluddin.

20201223-jamal

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin (Foto: Ist)

Menurut Jamaluddin, Peringatan Tsunami Aceh mendatang akan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh. “Ada sekitar 300 undangan yang hadir. Mulai dari jajaran Pemerintah Aceh, Forkopimda Aceh, Pemko Banda Aceh serta para bupati dan wali kota yang terkena dampak tsunami,” jelas dia.

Sementara, masyarakat dapat menyaksikan melalui siaran langsung TVRI, teve swasta nasional maupun channel youtube milik Disbudpar Aceh.

Tapi, benarkah pembatalan kehadiran UAS semata-mata untuk menghindari kerumunan massa? Apakah, kehadiran Syekh Ali Jaber tidak begitu menarik perhatian ummat Islam Aceh?

Nah, berbagai pertanyaan itu mulai muncul di masyarakat. “Saya kira itu alasan saja. Sebenarnya mereka (panitia) menghindari UAS karena dinilai begitu dekat dengan FPI yang sedang menjadi perhatian utama pemerintah,” ungkap seorang sumber di jajaran Setda Aceh, Rabu siang di Banda Aceh.

Kata dia, penekanan untuk membatalkan kehadiran UAS datang dari Kesbangpol Aceh. “Ya, pihak Kesbangpol Aceh yang sangat tak ingin UAS hadir. Bisa jadi, mereka mendapat “pesanan” khusus dari Jakarta untuk tidak mengundang UAS,” duga salah satu kepala bidang (Kabid) ini.***

Komentar

Loading...