Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Jelang Akhir Tahun 2020

Belum Semua Perkara Dugaan Tambang Ilegal di Aceh Barat Masuk Pengadilan

Belum Semua Perkara Dugaan Tambang Ilegal di Aceh Barat Masuk Pengadilan
Alat Berat (beko) dugaan tambang illegal dekat Polsek Meureubo. Foto ini direkam 18 November 2020.Foto Juli Saidi

Meulaboh | Tiga unit alat berat (beco) yang diduga sebagai alat tambang emas ilegal masih terlihat di dekat Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Meureubo-halaman Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, Desa Meureubo, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap, membenar beberapa unit beco tadi sebagai barang bukti (BB) dugaan tambang elegal yang berhasil diamankan pihaknya. 

“Di mana lagi saya parkir lagi alat bukti itu,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Parmohonan Harahap pada wartawan, Kamis (3/12) siang,  usai menghadiri Hari Bakti PUPR ke-75.

Ia mengaku, perkara dugaan tambang emas ilegal juga sudah disampaikan ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat. “Sudah di Jaksa tuh. Sudah lima ke sana, sudah semua,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat Rukhsal Assegaf, di ruang kerjanya, Kamis kemarin mengaku, berkas perkara dugaan tambang yang telah diterima Kejaksaan Negeri Aceh Barat yang sudah dalam proses persidangan di penghujung tahun 2020 ini. Tapi masih satu perkara.

Perkara ilegal mining dimaksud dengan jumlah tersangkanya, satu orang. Yakni kernet Beko.

“Kalau kita lihat perkara masuk dan yang sedang kita sidangkan, hanya satu tersangkanya, yaitu kernet dari bekonya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat Rukhsal Assegaf.

Kernet beko dugaan tambang emas ini, dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral Dan Batu Bara. Pasal 158 dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

“Pasal yang disangkakan 158 Undang-Undang Minirba,” ujar Kajari Aceh Barat Rukhsal Assegaf.

Lanjut Kajari Aceh Barat, satu lagi perkara yang diterima Kejaksaan Negeri Aceh Barat, terkait dugaan galian C. Perkara tersebut masih tahap masuk berkas atau (P-19).

Sedangkan dua alat berat lain (Beko), masih pada Surat Pemberitahuan Dilakukan Penyidikan (SPDP). “Sementara dua beko hanya SPDP,” kata Kajari Aceh Barat, Kamis siang kemarin.***

Komentar

Loading...