Breaking News

Belum Capai Kesepakatan, MoU Pemerintah Aceh dan Murban Energy Ditunda

Belum Capai Kesepakatan, MoU Pemerintah Aceh dan Murban Energy Ditunda
Gubenur Aceh Nova Iriansyah dan Executive of Murban Energy Limited UEA, Amine Abid melakukan penandatanganan kerja sama investasi dan pembangunan pariwisata di Aceh yang disaksikan langsung Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada acara Amazing Week 2021 di Jakarta, Jumat (5/3). (Foto: Oki Tiba/kumparan)
Rubrik

Banda Aceh | Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Aceh dan Murban Energy terkait investasi di Pulau Banyak, Aceh Singkil ditunda. Kabar tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Sabtu (6/11/2021). 

Jubir Pemerintah Aceh mengatakan MoU ini merupakan rencana bersama Pemerintah Aceh dan juga Pemerintah Pusat. 

Sebelumnya, penyiapan draft MoU sudah dibahas lintas Kementerian di bawah inisiatif Kemenkomarvest.

"Setelah draft MoU selesai, kita kirimkan ke pihak Murban Energy melalui KBRI di Abu Dhabi, karena memang pihak Murban Energy meminta seperti itu," kata Muhammad MTA.

Agenda penandatanganan MoU tersebut memang sudah dijadwalkan secara bersama, karena sudah masuk dalam agenda KBRI terkait kunjungan Presiden RI. Dan sudah mendapatkan sambutan dari pihak Murban Energy, terutama dari Direktur Eksekutif Murban Energy sendiri yang sudah dua kali ke Pulau Banyak, Aceh Singkil.

"Secara khusus dapat kami sampaikan, bahwa pada 28 Sepetember 2021 Duta Besar RI di Abu Dhabi, UAE mengundang Gubernur Aceh bersama tim secara resmi untuk ke Abu Dhabi dan Dubai mulai 1-5 November 2021. Dimana sangat jelas tersebutkan terkait kunjungan Presiden RI ke Abu Dhabi dan Dubai yang salah satu hal penting adalah, terkait kelanjutan rencana investasi perusahaan UAE Murban Energy di Pulau Banyak, Singkil," jelasnya.
 
Lebih lanjut Ia mengatakan, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Duta Besar telah melakukan koordinasi dengan pihak Murban Energy, dan secara prinsip telah setuju untuk melakukan penandatanganan MoU, dan pihak Murban Energy akan menyampaikan tentative setelah melakukan kajian dan analisis terhadap draft MoU yang telah mereka terima. 

Secara tentative jadwal penandatangan telah disiapkan pada 2 November 2021, namun sampai waktu tersebut pihak KBRI belum mendapatkan respon kepastian dari pihak Murban Energy. 

Alasanya karena ini terkait investasi besar bagi Murban Energy, pihak Pemerintah Indonesia dan juga Pemerintah Aceh sebagai bagian dari delegasi RI memberikan keleluasaan bagi pihak Murban Energy untuk melakukan kajian dan analisis terhadap rencana investasi tersebut, yang mungkin masih memerlukan waktu tambahan.

"Pergeseran waktu dalam mewujudkan MoU suatu investasi berskala besar merupakan sesuatu yang wajar, dan kita sangat menghormati kebijakan pihak Murban Energy ini," terang Muhammad MTA.

Walau terjadinya penundaan penandatanganan MoU dengan pihak Murban Energy, namun beberapa MoU lain investasi Indonesia berjalan lancar. 
 
"Pada pertemuan Gubernur Aceh tanggal 4 November 2021 dengan Presiden pada kunjungan Presiden Pavilliun Indonesia, Presiden menyampaikan akan mendorong dengan sangat serius rencana MoU dengan pihak Murban yang merupakan follow up LoI (letter of Intent) antara Gubernur Aceh dengan Managing Director Murban Energy Ltd Abudhabi UAE, yang sebelumnya pada tanggal 3 November 2021 telah dilaksanakan pertemuan bilateral kedua Kepala Negara Indonesia - UAE membahas investasi, perdagangan dan Ibu Kota Baru Indonesia, tutur Muhammad MTA.***

Komentar

Loading...