Breaking News

Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Begini Sosok Teuku Hamid Azwar di Mata Keluarga

Begini Sosok Teuku Hamid Azwar di Mata Keluarga
Ahli Waris Teuku Hamid Azwar. (Foto: Firdaus Hasan)
Rubrik

Banda Aceh | Teuku Hamid Azwar tokoh pejuang kemerdekaan berjiwa pembisnis handal, politikus, serta seorang tokoh pendiri Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diusulkan Pemerintah Aceh untuk mendapat gelar kepahlawanan dari Pemerintah Indonesia.

Dia keturunan dari Ampon Chik Samalanga ke 8, dari pasangan Teuku Chik Muhammad Ali Basyah dan Cut Nyak Hajjah Ummi Kalsum atau dikenal Cut Nyak PO dari Meuraxa, Kabupaten Aceh Besar.

Teuku Hamid Azwar menikah dengan Cut Nyak Manyak Keumala Putri alias Cut Djariah putri Teuku Ali Basyah, Ulee balang Peukan Bada Aceh Besar, 9 September 1941.

Teuku Hamid Azwar (Foto: Ist)

Dari perkawinan ini dianugrahi 5 orang anak yaitu, Teuku Syahrul Azwar, Cut Nyak Haslinda Azwar yang merupakan ibu dari Teuku Riefky Harsya, politikus senior Partai Demokrat sekaligus anggota DPR RI mewakili Aceh, kemudian Teuku Saiful Azwar, Cut Hilda Azwar dan Teuku Verdi Azwar.

"Sosok Teuku Hamid Azwar adalah seorang berwatak keras, disiplin, punya ide dan kemauannya besar sekali. Itu sebabnya, dari kemauannya sendiri sampai mendidik anak-anaknya pun keras," kata Po Cut Haslinda kepada MODUSACEH.CO, usai Diskusi Tingkat Provinsi Teuku Hamid Azwar sebagai Pahlawan di Gedung Dinas Sosial Aceh, Jumat kemarin.

Selain itu, ia seorang berjiwa sosial. "Pernah membangun Rumah Sakit Meuraxa yang sudah kena tsunami, termasuk mewakafkan tanah, kemudian membangun Yayasan Firdaus di Samalanga, mendirikan sekolah kerajinan putri selain itu Yayasan Cut Nyak Dhien yang saya pimpin di Jakarta. Jadi, kemauan almarhum ayah dalam membangun ekonomi sangat besar sekali," ujarnya.

Teuku Hamid Azwar bersama Presiden RI Soekarno (Foto: Repro Buku: Aceh dalam Perang Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945-1949 dan Peranan Teuku Hamid Azwar Sebagai Pejuang)
 

"Tentunya kalau ada penghargaan dari pemerintah atas jasa yang pernah dibuat oleh pemuda-pemuda Aceh zaman dulu, kami keturunanya merasa bangga," sebut Po Cut Haslinda.

Dia juga berharap nilai dan penghargaan tersebut juga diberikan kepada pahlawan-pahlawan lainnya sehingga menjadi panutan untuk generasi selanjutnya.***

Komentar

Loading...