Breaking News

Wara Wiri di Kota Banda Aceh

Bebasnya Truk Barang Dalam Kota Gemilang  

Bebasnya Truk Barang Dalam Kota Gemilang  
Truk dalam Kota Banda Aceh (Foto: Muhammad Saleh)
Rubrik

Banda Aceh | Walau Pemko Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan sudah menyediakan terminal khusus dengan 27 gudang di Desa Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Tak berarti para pengusaha jasa mobil angkutan barang (mobar) di Kota Banda Aceh patuh pada aturan yang ada alias tidak menjalankan operasi "truk barang" dalam Kota Banda Aceh.

Penyebabnya bisa beragam. Entah karena “kuatnya setoran pada oknum pejabat tertentu”, atau wibawa Wali Kota Banda Aceh yang lemah. Selain itu, mungkin ada orang kuat di balik para pengusaha tadi, sehingga Wali Kota Banda Aceh menjadi tak berdaya.

Lihat saja, dalam menjalankan usahanya, belasan truk barang begitu leluasa wara wiri dan bebas melintas dalam kota yang kadung disebut; Seumilang, Eeh (salah) Gemilang.

Jumlahnya beragam. Mulai truk angkutan semen dan pasir timbun, tanpa penutup yang melintas dalam gampong (desa) hingga truk barang dengan muatan barang menjulang tinggi sehingga menjerat dan membuat kabel listrik dan internet putus.

20200210-truk3

Akibatnya, selain menganggu arus lalu lintas. Tak sedikit terjadi kecelakaan serta sarana publik seperti kabel listrik milik PT. PLN dan sambungan jaringan internet (PT. Telkom) terputus.

Sebut saja di Jalan T. Iskandar, kawasan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Di kawasan itu, ada satu “terminal” truk barang milik WNI turunan yang bekerjasama dengan warga setempat. Itu sebabnya, setiap hari ada sejumlah truk yang masuk dan keluar dari kawasan warga padat penduduk tersebut.

Menariknya, hingga kini tak jelas, apakah “terminal” truk barang ini memiliki izin resmi dari Pemko Banda Aceh atau tidak. Sebab, walau sudah berulangkali dilaporkan pada jajaran terkait di Pemko Banda Aceh dan Polrestas Banda Aceh. Aksi meresahkan ini tak mendapat tanggapan positif.

“Untuk perbaikan kembali jaringan listrik dan internet, dibutuhkan waktu satu atau dua hari. Ini sangat menganggu operasional dan pekerjaan kami,” ungkap Supra, Kepala Bagian Iklan, Tabloid MODUS ACEH, Banda Aceh, Senin.

Ungkap dia, pihaknya sudah berulangkali mengalami pemutusan jaringan listrik dan internet, akibat melintasnya truk yang diduga bermuatan lebih dari lima ton itu.

Ironisnya, Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman SE, Ak, MM yang diberikan informasi tersebut, 3 Februari 2020 mengaku. Truk barang tidak dibenarkan masuk kota. Itu sebabnya, dia mengaku akan menyelidiki masalah ini.

Sehari kemudian, media ini kembali mengirim foto dan informasi adanya truk masuk kota. Namun, dibalas Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dengan enteng dan ringan serta tanda tanya: siapa ini ya? Batat kali, tulis Aminullah, menjawab informasi yang dikirim media ini.

Selebihnya, tak ada aksi nyata dari aparat di bawahnya untuk melakukan penertiban. Misal, Dishub Kota Banda Aceh atau Satpol PP/WH Kota Banda Aceh.

20200210-truk2

Peristiwa miris juga terjadi Senin pagi (10/2/2020), sekirat pukul 10.30 WIB. Satu truk dengan muatan tinggi, menebas sejumlah kawat aliran listrik dan internet di Jalan T. Iskandar, Kawasan Beurawe, Kota Banda Aceh.

Akibatnya, sejumlah kawat putus dan bukan mustahil dapat mengancam jiwa manusia. Karena peristiwa itu, kawasan ini sempat terjadi macet beberapa saat.

Begitupun, sepertinya tak membuat sopir truk bergeming. Bayangkan, dengan senyum dan tanpa merasa bersalah, dia pun pergi atau tancap gas, di tengah warga kota yang kesal.***

Komentar

Loading...