BBPOM Aceh Temukan 6 Makanan Takjil Diduga Mengandung Zat Berbahaya

BBPOM Aceh Temukan 6 Makanan Takjil Diduga Mengandung Zat Berbahaya
Aktivitas jual beli di Pasar Takjil Banda Aceh. (kumparan.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Kumparan.com

Banda Aceh | Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan enam sampel makanan untuk berbuka puasa (takjil) yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti borak. Hasil itu ditemukan saat sidak di lokasi pasar takjil di wilayah Banda Aceh.
 
Kepala BBPOM Aceh, Zulkifli mengatakan, hasil sidak dan pengawasan makanan di tiga kecamatan yaitu Kuta Raja, Syiah Kuala dan Bandar Raya. Pihaknya telah melakukan uji laboratorium sebanyak 64 sampel dari berbagai jenis makanan.

Dari hasil itu, kata Zulkifli, BBPOM menemukan empat sampel mi mengandung borak yang ditemukan pada penjual takjil depan Masjid Raya Lhong Raya. Hasil pengawasan takjil kemarin, setelah diuji ditemukan bahan berbahaya seperti formalin, borak, rhodamin B dan methanil yellow.

“Di sana (depan Mesjid Raya Lhong Raya) ada 20 sampel, hasil uji 16 MS (memenuhi syarat) dan 4 TMS (tidak memenuhi syarat) yaitu Borak pada mi,” kata Zulkifili dalam keterangannya pada wartawan Sabtu (19/5).

Selain itu di kawasan Lampaseh ada sekitar 22 sampel. Hasil uji, 20 dinyatakan MS dan 2 TMS mengandung borak. Yaitu 1 pada mi dan 1 kerupuk tempe. Kemudian di lokasi lainnya, di kawasan Lamnyong, ada 22 sampel yang diuji laboratorium. Hasil uji MS semua. “Jadi total yang kita uji 64 sampel. MS 58 dan 6 diduga mengandung Borak dan akan dilakukan uji lanjut (penegasan) di laboratorium,” ujar Zulkifli.

Sebelumnya, Zulkifli mengimbau agar mi dan cendol adalah salah satu makanan yang patut dicuriga mengandung zat berbahaya seperti borak dan formalin. Termasuk zat pewarna tekstil yang dipergunakan untuk penarik warna minuman. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga ke seluruh kecamatan yang ada di Banda Aceh untuk menjaga kualitas makanan berbuka puasa.

“Target kita seluruh di kecamatan di kota Banda Aceh akan mengecek sampel makanan, mulai kemarin hingga hari ini, bahkan minggu nanti juga ada,” kata dia. Zulkifli menegaskan, pihaknya akan menindak tegas bagi pedagang yang kedapatan menjual makanan yang mengandung zat berbahaya. “Untuk di Banda Aceh satu orang sudah diproses hukum, sudah kita BAP dan tinggal proses selanjutnya,” tutupnya.***

Komentar

Loading...