Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Lelang Proyek Dinas Perhubungan Aceh Tahun 2019

Bau Rasuah Itu Akhirnya “Terhubung” di Kejati Aceh, Junaidi Diminta Keterangan

Bau Rasuah Itu Akhirnya “Terhubung” di Kejati Aceh, Junaidi Diminta Keterangan
Kadis Perhubungan Aceh Junaidi ST,MT (Foto: dishub.acehprov.go.id)

Banda Aceh I Ini kisah lelang dan pengadaan proyek tahun anggaran 2019 pada Dinas Perhubungan Aceh.

Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja muncul aroma rasuah alias dugaan praktik korupsi hingga “terhubung” ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh di Batoh, Kota Banda Aceh.

Gayung bersambut. Penyidik dari insan Adhiyaksa ini pun bergerak dengan memanggil pejabat yang bertanggungjawab pada dinas basah ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh melalui Asisten Intelijan Muhammad Rohmadi membenarkan adanya pemanggilan tadi.

"Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dan dokumen terhadap pekerjaan itu,apakah laporan ini benar atau tidak, jadi tunggu saja hasil nantinya,” kata Rohmadi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa, 16 Februari 2021 lalu di Banda Aceh.

20210218-marka-jalan

Rolling guardrail di Simpang BPKP Banda Aceh (Foto: Firdaus Hasan I Ilustrasi)

Kata dia, dibutuhkan waktu dan bukti kuat untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut dalam pelaksanaannya ada  pelanggaran dan  penyimpangan atau tidak. Karena itu, pihaknya telah memanggil lebih dari dua orang staf dan pejabat Dishub Aceh untuk dimintai keterangan.

"Secara teknis saya belum tahu berapa pastinya yang telah dimintai keterangan dan berapa yang telah hadir memenuhi panggilan. Ini masih penyelidikan awal," ungkap Asisten Intelijen, Kejati Aceh Muhammad Rohmadi.

Apa yang disampaikan Muhammad Rohmadi ada benarnya. Sebab, sebelumnya memang sempat beredar informasi bahwa penguna anggaran (PA) Dishub Aceh tahun anggaran 2019 dipanggil penyidik Kejati Aceh.

“Benar, Pak Kadis diminta hadir,Senin, 15 Februari 2021,” ungkap sumber media ini di Dishub Aceh.

Begitupun, sumber tadi mengaku tak tahu persis alasan pemanggilan ini. Namun, menurut dia, Kadishub Aceh Junaidi ST,MT diminta membawa sejumlah dokumen asli dan pendukung terkait proyek dimaksud.

Misal, dokumen  penetapan HPS, hasil review KAK serta dokumen perencanaan. Selain itu, pengadaan dan pemasangan rolling guardrail di pengunungan Geurute. Pemasangan paku marka led glass eye dan rolling guardrail di pengunungan Seunapet.

Selain itu, pemasangan rolling guardrail Aceh Selatan-Aceh Barat Daya. Ada juga pemasangan rolling guardrail di daerah rawan kecelakaan di Provinsi Aceh.

Termasuk pemasangan rolling guardrail, Chevron, Cermin, Deliniator dan Paku Marka di lintasan Bener Meriah pada Simpang  Bogor, Gelelungi, Lintasan Jagung Jaged dan Bintang.

20210218-perusahaan1

Beberapa perusahaan pemenang lelang (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Kabarnya, saat lelang dilakukan Kepala ULP Setda Aceh dijabat Said Azhari dan beberapa proyek dimaksud juga ikut "difasilitasi" oknum staf khusus yang berada di Dishub Aceh.

Lantas, benarkah semua itu? Sayangnnya hingga berita ini diunggah, Kadishub Aceh Junaidi belum berhasil dikonfirmasi. Lalu, apakah proses penyelidikan ini akan berhenti di tengah jalan atau terus berlanjut hingga ke pengadilan? Biarlah waktu menjawabnya.***

Komentar

Loading...