Breaking News

Bareskrim Bongkar Peredaran Ganja 224 Kg Jaringan Aceh-Medan-Jakarta

Bareskrim Bongkar Peredaran Ganja 224 Kg Jaringan Aceh-Medan-Jakarta
Bareskrim Bongkar Peredaran Ganja 224 Kg Jaringan Aceh-Medan-Jakarta (Foto: Rakha/detikcom)
Penulis
Sumber
detik.com

Jakarta | Bareskrim Polri membongkar sindikat peredaran gelap narkotika jenis ganja jaringan Aceh, Medan dan Jakarta. Dari pengungkapan itu, Polri menyita barang bukti berupa ganja seberat 224 killogram.

"Peredaran gelap narkotika jenis ganja yang melibatkan jaringan Aceh, Medan dan Jakarta. Penyidik mendapatkan barang bukti ganja sebanyak 224 kilogram," ujar Wadirtipidnarkoba Kombes Jayadi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2021).

Dalam kasus tersebut, Bareskrim menetapkan 4 orang tersangka. Keempat tersangka berinisial SP (24), RN (21) dan LH (21) yang berperan sebagai kurir ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan satu orang lainnya yang berinisial SD (41) berperan sebagai pengendali ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

Jaya menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula pada 9 September 2021 lalu. Kala itu penyidik Bareskrim mendapatkan informasi terkait adanya pergerakan peredaran ganja dari Aceh menuju Jakarta.

Penyidik pun melakukan pendalaman lebih lanjut. Hingga akhirnya didapatkan informasi terbaru bahwa pergerakan para tersangka kala itu sedang berada di Palembang, Sumatera Selatan.

Dari situ, polisi berhasil meringkus 3 tersangka SP, RN dan LH pada 11 November 2021. Setelahnya, penyidik melakukan penelusuran lebih jauh dan mendapatkan informasi bahwa pengendali peredaran ganja itu berada di Medan, Sumatera Utara.

Polisi bergerak menuju medan dan mengamankan satu tersangka lainnya yang berinisial SD.

"Kemudian tim bergerak ke lapangan dan didapatkan informasi ganja tersebut sudah berada di wilayah Sumatera Selatan. Kemudian pada tanggal 11 November 2021, tim melakukan penangkapan terhadap tersangka yang pada saat itu berada di wilayah Sumatera Selatan," terang Jayadi.

"Kemudian di Medan, kami berhasil menangkap 1 orang tersangka sehingga total tersangka yang kami amankan adalah 4 orang. Tiga orang di TKP Sumatra Selatan. Kemudian satu orang TKP di Medan," imbuhnya.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dan Pasal 111 ayat 2, juncto Pasal 132 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau pidana seumur hidup.

Jayadi mengatakan, pihaknya kini masih mengejar dua orang lainnya yang terlibat dalam jaringan tersebut. Kedua orang itu kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diketahui berada di Aceh.

"Dua orang yang kami kembangkan di daerah Aceh itu sampai saat ini masih dalam pencarian para penyidik kita," jelas Jayadi.***

Komentar

Loading...