Alasan Penundaan Pembangunan Rumah Dhuafa

Bardan Sahidi: Satu Tahun SKPA Kerja Apa?

Bardan Sahidi: Satu Tahun SKPA Kerja Apa?
Bardan Sahidi (Foto: rri.co.id)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kebijakan Pemerintah Aceh untuk menunda pembangunan 1.100 rumah dhuafa (ditunda) dari tahun 2019 ke tahun 2020, kembali mendapat kritim tajam dari Barhan Sahidi, anggota DPR Aceh dari Fraksi PKS.

Menurut Bardan, penundaan pembangunan rumah dhuafa tidak ada dalam mekanisme dan tertib penggunaan anggaran dalam APBA 2019.

"Kalau alasan waktu, pertanyaannya selama satu  tahun, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan Baitul Mall yang telah membahas dan sepakat. Lalu SKPA kerjanya ngapain saja," kritik politisi asal dataran tinggi Gayo ini, melalui siaran pers, Minggu, 24 November 2019.

Menurut Bardan, peryataan dikerjaakan kembali pada tahun dinas dan/atau tahun anggaran 2020, juga harus dipastikan kembali pada dokumen anggaran APBA 2020 yang sudah disahkan. "Sebab, ketok palu pada pertengahan Agustus 2018 lalu," jelasnya.

Itu sebabnya nilai Bardan, gagalnya pembangunan 1.100 unit rumah dhuafa yang tersebar di seluruh Aceh, akan menambah SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) berjalan 2019.

"Bukan hanya sekedar menambah derita "sipapa" karena harapan palsu dari rezim ini," ungkap dia.

Masih kata Bardan. "Tak ada lain yang dapat saya sampaikan atas pelaksanan Pemerintah Aceh sekarang, kecuali kinerja buruk dan tidak tanggap pada perasaan publik. Rumah dhuafa ditunda, beli mobil jalan terus, mobiler dan ATK Kadin Aceh masuk dalam usulan perubahan dipenghujung tahun. Ini dzalim, ketika cakap tak serupa bikin. Postur APBA terserap pada porsi belanja Aparatur mencai 78, 56 persen  dari total APBA 2018," sebutnya.***

Komentar

Loading...