Pameran Expo Kota Lhokseumawe

Banyak Stand Kosong dan Terkesan   Amburadul

Banyak Stand Kosong dan Terkesan   Amburadul
Lokasi Expo Kota Lhokseumawe 2019 (Foto: Zal P)

Lhokseumawe | Lazim terjadi, pelaksanaan pameran atau expo, selalu diramaikan pengunjung dan lokasi peserta tertata rapi.

Tapi apa jadinya jika perhelatan itu justeru sepi dan terkesan amburadul?

Nah, potret tak elok inilah yang terjadi pada Pameran Expo, memperingati HUT Ke-18, Kota Lhokseumawe, tanggal 9-15 November 2019.

Acara ini dilaksanakan di Desa Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Bayangkan, sejumlah stand kosong dan lokasi pameran terkesan amburadul. Ini bukan tanpa sebab, salah satunya karena harga sewa yang ditetapkan panitia mahal. Bahkan acara yang diprakarsai Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) itu, sengaja dilaksanakan di Pasar Induk Terpadu, Desa Ujung Blang. Ini dimaksudkan sekaligus untuk peresmian gedung pasar induk setempat.

20191112-pameran1

Amatan media ini, masih banyak stand yang kosong. Selain itu ada 107 stand yang diisi jajaran dinas, sekolah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMP).

Selain itu, di lokasi acara juga masih dipenuhi kubangan air dan becek sehingga membuat pengunjung sulit melintasi jalan.

Salah seorang pengusaha yang tidak ingin disebut namanya mengaku, banyak pihak enggan menempati stand pameran karena harganya mahal atau berkisar Rp2 juta hingga Rp8 juta.

Sebelumnya, pameran ini dibuka Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya, Senin kemarin.

Ironisnya, usai acara para wartawan justeru merasa kewalahan untuk memperoleh bahan dan data dari panitia pelaksana.

Usai pembukaan, sebagian besar  pejabat dan panitia yang terlibat langsung, mangkir dan sulit ditemui serta tidak berada di lokasi acaranya.

20191112-pameran3

Ridwan, panitia acara pameran dan Expo Kota Lhokseumawe 2019 mengatakan. Untuk konfirmasi berita soal data dan jumlah stand pameran, dia menyarankan untuk berhubungan dengan Sekretaris Disperindagkop Kota Lhokseumawe, Abdul Hadi.

Selanjutnya, Abdul Hadi meminta awak media untuk mengambil pada Bagian Humas Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Mengenai harga stand yang relatif mahal, Abdul Hadi tidak membantah.Namun dia mengaku tidak tahu mekanismenya,  karena tentang kutipan uang semua masuk ke rekening  event organizer (EO). "Untuk OPD tidak ditarik restribusi apapun, untuk UKM yang ditempatkan di dalam pasar ditarik restribusi kebersihan dan keamanan Rp50 ribu per hari dan itu selama  7 hari. Untuk uang itu dapat di transfer langsung ke rekening EO," ungkap Abdul Hadi.***

Komentar

Loading...