Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terbesar di Indonesia

Bank Syariah Indonesia Efektif 1 Februari 2021

Bank Syariah Indonesia Efektif 1 Februari 2021
Foto: cover topik/merger bank syariah/cnbcindonesia.com
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Pemerintah resmi mengumumkan nama bank penggabungan usaha PT Bank BRISyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS).

Bank hasil penggabungan akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dengan kode saham tetap BRIS. Nama ini akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRISyariah Tbk selaku Bank Yang Menerima Penggabungan (survivor entity).

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi mengatakan seluruh proses dan tahapan-tahapan merger akan terus dikawal hingga penggabungan ketiga bank syariah BUMN selesai dilakukan.

"Kehadiran Bank Syariah Indonesia akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, entitas baru ini tentu memerlukan identitas yang kuat dan Direksi yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya," kata Hery yang kini menjadi Dirut Bank Syariah Mandiri, dalam siaran pers, Jumat (11/12/2020).

Hasil penggabungan ini, akan menghasilkan bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp 214,6 triliun. BSI akan menjadi Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp 20,42 triliun.

"Dengan direksi yang akan diisi oleh orang-orang berpengalaman di bidangnya, visi Bank Syariah Indonesia untuk menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia akan semakin mantap dan yakin bisa kita wujudkan," ujar Hery.

Nama baru ini terungkap dalam perubahan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (merger) yang memuat tambahan penjelasan ihwal struktur, nama, dan logo bank baru. Publikasi Perubahan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan mengikuti persetujuan regulator.

Perubahan nama tersebut juga diikuti dengan pergantian logo. Kantor pusat Bank Hasil Penggabungan akan berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS.

Bank Hasil Penggabungan akan melakukan kegiatan usaha pascamerger di kantor pusat, cabang, dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Perubahan Ringkasan Rencana Merger juga memuat rancangan perubahan struktur organisasi Bank yang Menerima Penggabungan yakni BRI Syariah.

Pemerintah Indonesia akan menjadi ultimate shareholder dari Bank Hasil Penggabungan melalui bank-bank Himbara sebagai pemegang saham bank Hasil Penggabungan.

* PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2%,
* PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0%,
* PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4%,
* DPLK BRI - Saham Syariah 2,0%
* Publik 4,4%.

Susunan organisasi dari Bank Yang Menerima Penggabungan akan mengalami perubahan sebagai berikut:

  • President Director
  • Vice President Director
  • Vice President Director
  • Director Wholesales & Transaction Banking
  • Director Ritel Banking
  • Director Sales & Distribution
  • Director Information Technology & Operations
  • Director Risk Management
  • Director Compliance & Human Capital
  • Director Finance & Strategy

Sementara enam (6) SEVP antara lain: Consumer Business, Operations, Wholesale Risk, Human Capital, Treasury, Internal AuditPascamerger, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 Direksi.

Nama-nama tiap Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Hasil Penggabungan akan dibahas dalam RUPSLB BRIS diperkirakan akan dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Adapun 10 posisi Direksi yang akan mengelola jalannya usaha Bank Hasil Penggabungan terdiri dari Direktur Utama, dua posisi Wakil Direktur Utama, dan masing-masing satu Direktur Wholesale & Transaction Banking, Retail Banking, Sales & Distribution, Information Technology & Operations, Risk Management, Compliance & Human Capital, serta Finance & Strategy.

Hery Gunardi memastikan segala rencana perubahan dan penyesuaian operasional telah sesuai dengan tujuan dan kegiatan operasional bank hasil merger, yang memiliki visi menjadi Top 10 bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan dan sebagai Top 10 bank terbesar di Indonesia.

 Berikut ini fakta dan angka terkait BSI:

  • Bank Hasil Penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia
  • Bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp 214,6 triliun.
  • Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp20,42 triliun.
  • Memilki 1.200 cabang di seluruh Indonesia 1.700 ATM di seluruh Indonesia
  • Memiliki 20.000 lebih orang karyawan di seluruh Indonesia
  • Penggabungan "Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan".
  • Fokus bisnis, small medium enterprise (SME) business, micro business, komersial, wholesale Syariah, korporasi, sampai wealth management, baik untuk nasabah nasional maupun investor global. Termasuk treasury & internasional banking untuk mengoptimalkan potensi Global Sukuk.
  • Efektif Penggabungan 1 Februari 2021.***

Komentar

Loading...