Belum Berfungsi Maksimal

Bangunan Wisata Kuliner Tepi Kali Peunayong Mulai Rusak

Bangunan Wisata Kuliner Tepi Kali Peunayong Mulai Rusak
Terlihat bagian lantai sudah mulai rusak (berlubang). (Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO)
Rubrik

Banda Aceh | Pusat Wisata Kuliner River Walk yang dibangun sepanjang Krueng (sungai) Aceh di Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, kondisi saat ini mulai rusak.

Nah, ada sepuluh unit gerai kuliner yang tersedia. Mulai dari sudut Jembatan Peunayong sampai di belakang Hotel Medan. Rencananya gerai-gerai ini untuk merelokasikan pedagang kuliner yang berada di Jalan Ahmad Yani, Peunayong, Banda Aceh.

Sebenarnya, lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkumpul keluarga, melepas penat setelah seharian disibukkan dengan berbagai aktivitas. Ironisnya  sudah hampir dua tahun sejak diresmikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Pusat Wisata Kuliner River Walk ini masih belum berfungsi maksimal.

Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO

Dari amatan media ini, dari sepuluh bangunan kuliner ini hanya dua cafe kuliner saja yang buka. Fasilitas di lokasi kondisinya memang sudah mulai memprihatinkan.

Terlihat bagian lantai sudah mulai rusak (berlubang), keran wastafel sudah rusak dan beberapa bagian besi bangunan sudah mulai berkarat. Karena terbengkalai fasilitas ini juga sering digunakan sebagian orang untuk tidur.

Lalu ketersedian lahan parkir dinilai masih belum mamadai, jika Anda ingin mengunjungi tempat ini harus memarkir dulu kenderaan di Jalan Jend. Ahmad Yani, kemudian berjalan kaki menyelusuri gang jalan setapak.

Terlihat keran wastafel yang sudah rusak. (Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO)

Di lokasi kuliner ini, pengunjung semestinya bisa menikmati hidangan khas provinsi bersyariat Islam ini sambil memandang air sungai atau Krueng Aceh yang mengalir menuju lautan.

Mungkin itu ide awal mengapa bantaran Krueng Aceh ini ditata begitu mewah hingga menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banda Aceh, Jalaluddin, MT, kepada wartawan pernah menyebutkan, pembangunan pusat wisata kuliner rencananya dikerjakan selama dua tahun yaitu 2018 hingga 2019.

Dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), yaitu melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Jalaluddin memperkirakan, pembangunan pusat kuliner itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Namun pada tahun tersebut hanya dianggarkan Rp 5 miliar atau untuk pembangunan sekitar 85 meter, dari keseluruhan sekitar 600 meter panjang bantaran sungai.

Pagar pembatas kerap dijadikan tempat jemuran baju. (Foto: Firdaus Hasan/MODUSACEH.CO)

Ketua Komisi II, Dewan perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh, Aiyub Bukhari S.Pd kepada MODUSACEH.CO, mengakui pihaknya belum menerima laporan terkait penggunaan fasilitas wisata kuliner Krueng Aceh.

"Saya belum menerima laporan terkait hal tersebut, sebaiknya kalau fasilitas yang belum digunakan segera dimanfaatkan," katanya Sabtu, (1/5/2021) .

Dia juga mengaku tidak mengetahui persis mengenai anggaran dan teknis pembangunan tadi.

Nah, media ini juga telah berusaha menghubungi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh melalui Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan, Jauhari S.Sos. Namun, hingga Sabtu sore kemarin, konfirmasi yang dilakukan  belum ada jawaban. Pesan WhatsApp (WA) yang kami kirimkan pun belum dibalas.***

Komentar

Loading...