Bandara SIM Mulai Padat Kedatangan Warga Aceh Perantauan

Bandara SIM Mulai Padat Kedatangan Warga Aceh Perantauan
Bandara SIM Blang Bintang (Foto: google.com)

Manager Operasional Angkasa Pura II, Bandara Sultan Iskandar Muda, Surkani: Kami Ikuti Keputusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Banda Aceh | Jika beberapa hari sebelumnya, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dikabarkan sepi dari aktivitas penerbangan dan arus penumpang yang pergi dan tiba.

Berbeda mulai hari ini, Sabtu (28/3/2020). Walau jumlah penumpang hanya 50 persen dari kondisi normal. Namun, lonjakan penumpang mulai terasa padat. Terutama kepulangan warga Aceh diperantauan.

Baik dari sejumlah kota di Indonesia maupun luar negeri seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

20200328-sim1

Penumpang yang berangkat di Bandara SIM (Foto: Ist)

Nah, apakah kondisi ini ada kaitannya dengan kebijakan lockdown lokal yang dilaksanakan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, sejauh ini memang belum dapat dipastikan.

Termasuk, adanya surat dari Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, yang meminta kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, untuk menutup sementara waktu, aktivitas di Bandara SIM.

Manager Operasional Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, Surkani mengaku. Sebagai operator bandara, pihaknya akan mengikuti keputusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, terkait regulasi penerbangan sipil di Indonesia. Salah satunya Bandara SIM.

Itu dikatakan Surkani pada media, Sabtu petang, terkait adanya permintaan Pemkab Aceh Besar, untuk menutup penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda.

“Benar, surat dari Pemkab Aceh Besar sudah kita terima. Tapi belum ada keputusan dari Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI. Intinya kita akan mengikuti keputusan dari pusat, karena keputusan buka tutup bandara, wewenangnya Dirjen Perhubungan,” kata Surkani.

Ini sesuai surat Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, Nomor: HK.104/3/1/DRJU.KUM-2020. Intinya, keputusan buka atau tutup bandara adalah kewenangan Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI.

“Namun, keputusan buka atau tutup bandara tentunya diperhitungkan secara matang oleh berbagai pihak, dengan melihat peran penting bandara. Kemarin kami sudah rapat dan menyikapi hal ini. Tapi sekali lagi, kami menunggu keputusan dari Dirjen Perhubungan Udara,” paparnya.

Surkani mengatakan, penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda sangat diperlukan. Apalagi untuk pengiriman sample Covid-19 ke Litbangkes Jakarta. Dan pengiriman logistik, baik alat-alat kesehatan, kargo, dan pos.

“Kami sedang menimbang dan melihat bagaimana hal ini bisa kita atur. Namun yang pasti, sekali lagi keputusan buka atau tutup bandara, keputusannya ada pada Dirjen Perhubungan Udara,” jelasnya.

20200328-sim2a

Penumpang yang akan berangkat melalui Bandara SIM (Foto: Ist)

Hingga hari ini, Sabtu (28/3/2020), Bandara Sultan Iskandar Muda masih melayani penerbangan sipil. Menurut pengakuan Manager Operasional Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Surkani, ada lima penerbangan, baik yang lepas landas maupun mendarat dari dan ke Jakarta, maupun Medan, Sumatera Utara.

“Kalau Garuda Indonesia dan Batik Air itu direct (langsung) Jakarta-Banda Aceh, sedangkan Lion Air dan Citilink, transit dulu ke Medan. Selanjutnya ke Banda Aceh, begitu juga sebaliknya,” kata Surkani menjelaskan.

Ia mengatakan, dalam sehari ada sekitar seribu penumpang yang keluar dan masuk melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. Namun, angka itu bukanlah kondisi normal. Justru pergerakan pesawat dan penumpang yang datang, dan berangkat saat ini sudah banyak berkurang. Ia menyebutkan, pergerakan pesawat dan penumpang sudah berkurang lebih dari 50 persen.

Saat ini Bandara Sultan Iskandar Muda juga tidak melayani lagi penerbangan internasional, seperti tujuan Kuala Lumpur dan Penang, Malaysia. “Sejak tanggal 19 Maret 2020, untuk sementara tidak beroperasi sampai pemberitahuan lebih lanjut dari pihak maskapai. Namun, untuk penerbangan domestik masih beroperasi dengan jumlah yang minimum,” jelasnya.

Manajemen PT. Angkasa Pura II bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Sultan Iskandar Muda, juga telah melakukan berbagai upaya dalam hal peningkatan kewaspadaan wabah Covid-19.

Misal, melakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermal scanner dan thermo gun terhadap semua penumpang yang datang, dan berangkat melalui bandara. Selain itu, juga diberlakukan penerapan social distancing, penempatan hand sanitizer, dan tempat untuk mencuci tangan di beberapa titik.

Surkani menegaskan, apabila nantinya ada kebijakan terbaru dari Kementerian Perhubungan, terkait dengan penutupan operasional bandara, pihaknya selaku otoritas Bandara Sultan Iskandar Muda akan menjalankan.

“Hingga saat ini belum ada keputusan apapun dari Dirjen Perhubungan, Kemenhub. Jadi, tetap kita berikan izin pemberangkatan atau pendaratan pesawat domestik,” tegasnya.

20200328-sukarni

Manager Operasional Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Surkani (Foto: antara.com)

Sebelumnya, pasca terpaparnya dua warga Lampaseh Kota, Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh telah meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memberlakukan status lockdown di wilayah Kota Banda Aceh.

Pemko Banda Aceh juga meminta, agar Pemerintah Aceh segera mendesak pihak terkait untuk memberlakukan penutupan Bandara Sultan Iskandar Muda. Dasarnya, bandara merupakan salah satu pintu masuk, dan penghambat percepatan pemutusan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Aceh.

Sementara itu, pasca dinyatakan salah seorang warga Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar positif Covid-19, Bupati Mawardi Ali, menyurati Menteri Perhubungan RI. Dia meminta agar Bandara Sultan Iskandar Muda yang berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, ditutup sementara.

Melalui surat,  Nomor: 553.1/1296, tanggal 27 Maret 2020, Mawardi Ali menjelaskan, terkait penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang terus meningkat drastis, dan telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian materil lebih besar, serta berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

20200328-btj

Pesawat Lion Air lepas landas dari Bandara SIM (Foto: MODUSACEH.CO)

Pihaknya meminta agar Menteri Perhubungan RI dapat mengabulkan permohonan penutupan Bandara Sultan Iskandar Muda. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Aceh, Ketua DPR Aceh, Eksekutif General Manager Angkasa Pura II, dan Ketua DPRK Aceh Besar.

Data sementara Covid-19 di Provinsi Aceh (Dinas Kesehatan Aceh) menyebutkan. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 383 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 39 orang. Ada 5 orang masih dirawat, sedangkan 34 orang lainnya sudah dipulangkan dan dinyatakan sehat.

Adapun jumlah orang yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 4 orang. Tiga orang masih dirawat di RICU RSUDZA, sedangkan satu  orang lagi telah meninggal dunia. Sementara jumlah pasien meninggal kategori PDP masih satu orang, dan belum diketahui hasil swap spesimennya apakah positif atau negatif Covid-19.***

Komentar

Loading...