Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Bahas MoU Helsinki, Wali Nanggroe Aceh dan Mualem “Gerilya” Temui Dubes Uni Eropa

Bahas MoU Helsinki, Wali Nanggroe Aceh dan Mualem “Gerilya” Temui Dubes Uni Eropa
Pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Jakarta (Foto: Ist).
Penulis
Rubrik
Sumber
Siaran Pers

Jakarta | Usai bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta beberapa hari lalu. Hari ini, Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Alhaytar, didampinggi Ketua KPA dan DPA Partai Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) melakukan “grilya”, menemui Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket.

Dalam pertemuan ini, mereka  membahas tentang poin MoU Helsinki yang belum sepenuhnya terealisasi di Aceh.

Kepada Vincent, Tgk. Malik Mahmud menyampaikan, hingga saat ini implementasi MoU Helsinki belum sepenuhnya terealisasi, sesuai perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia, 15 Agustus 2005. Padahal, sudah masuk 15 tahun pasca perdamaian.

"Ada beberapa poin yang belum terlaksanakan. Beberapa waktu lalu saya berjumpa Presiden RI Joko Widodo, membahas tentang MoU Helsinki dan respon Presiden sangat bagus," ungkap Tgk. Malik Mahmud, di Kedutaan Besar Uni Eropa, Menara Astra, Jakarta, Rabu.

Katanya, Presiden Jokowi juga berharap poin-poin yang belum terselesaikan dapat segera diselesaikan, terutama terkait butir MoU bendera dan lambang Aceh. "Presiden meminta waktu tiga bulan," ujar Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe menambahkan, harus diakui pertumbuhan ekonomi Aceh terpuruk saat konflik yang berkepanjangan terjadi di Aceh. Namun setelah damai, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah investor bagi siapapun. "Karena kondisi Aceh sekarang sudah aman," sebutnya.

Pada kesempatan itu pula, Wali Nanggore mengundang Dubes Uni Eropa untuk berkunjung ke Aceh, melihat perkembangan Aceh dan potensi investasi yang ada di sana. "Direncanakan Dubes akan datang pada tanggal 2 Maret 2020.

Dubes Uni Eropa Vincent Piket, menyambut sangat menyambut baik dan berterimakasih atas laporan yang disampaikan kepadanya. Selanjutnya, diskusi yang berlangsung satu jam itu akan segera dilaporkan ke pimpinan di negaranya.

"Karena saya masih baru sebagai Dubes, saya belum terlalu agresif. Namun saya akan laporkan ke pimpinan di negara saya, apa yang saya dapatkan hari ini. Karena ini sesuatu yang sensitif," ujarnya didampingi Political Advisor, Ms Laura BEKE.

Terkait dengan perekonomian, pihaknya juga akan berusaha mencari investor untuk Aceh supaya dapat berinvestasi di Provinsi paling barat Sumatera itu. Dalam pertemuan, selain Mualem,  Wali Nanggroe Aceh juga didampingi Ketua DPRA Dahlan Djamaluddin, Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, Ketua KPA Wilayah Bireuen, Darwis Djeunib, Juru Bicara KPA Azhari Cage dan Staf Khusus Wali Nanggroe Muhammad Raviq.***

Komentar

Loading...