Gubernur Aceh Nova Iriansyah Tak Hadir

Azis Syamsuddin Kecewa Berat dan Tak Izinkan Taqwallah Bicara

Azis Syamsuddin Kecewa Berat dan Tak Izinkan Taqwallah Bicara
Tim Pemantau Otsus Aceh-Papua bertemu Wali Nanggroe Aceh (Foto: Ist I Net)

Banda Aceh | Perasaan kecewa tak mampu disembunyikan Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh-Papua, Azis Syamsuddin, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Aceh dan unsur lainnya di Kantor Gubernur Aceh, Senin pagi.

Alasannya memang cukup masuk akal. Politisi Partai Golkar ini kecewa, karena pertemuan tersebut tidak dihadiri Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Padahal sebelumnya, protokol Pemerintah Aceh mengaku, pertemuan penting ini diikuti Nova Iriansyah yang saat ini sedang berada di luar kota.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh-1, yang juga anggota pemantau Otsus Aceh-Papua, Salim Fahri membenarkan sikap kecewa Azis Syamsuddin.

“Benar, Pak Ketua kecewa berat. Sebab, sebelumnya atau saat tim DPR RI menghubungi Bagian Protokol Pemerintah Aceh mengatakan, Gubernur Aceh akan tiba di Banda Aceh dengan pesawat City Link dari Medan. Ternyata tidak ada,” ungkap Salim Fahri.

20201123-azis3

Foto: Ist

Akibatnya sebut dia, tak satu pun dari unsur Pemerintah Aceh yang diwakili Setda Aceh dr. Taqwallah dipersilahkan untuk berbicara. Kecuali dari luar unsur Pemerintah Aceh. Salah satunya,  mantan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Farid Wajidi.

Suasana sedikit mencair saat Tim Pemantauan Otsus melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar di Meuligoe Wali Nanggroe.

“Sore harinya Pak Azis langsung kembali ke Jakarta,”  jelas Salim Fahri.

Harusnya, Azis Syamsuddin yang didampinggi anggota DPR RI yakni Masinton Pasaribu (Komisi XI F-PDI Perjuangan), Salim Fakhry (Komisi IV DPR RI F-Golkar), Fadhlullah (Komisi VI F-Gerindra), Adang Drajatun (Komisi III F-PKS), Anwar Idris (Komisi VII F-PKB), dan Muslim (Komisi IV F-Demokrat), akan kembali Jakarta besok. Namun, dia mempercepat kepulangannya yaitu hari ini.

Sumber media ini mengungkap. Sesuai tupoksinya, Tim Pemantau Otsus DPR RI ke Aceh, ingin mendapat gambaran dan masukan tentang bagaimana tugas dari masing-masing lembaga kekhususan tersebut, apakah sesuai dengan ketentuan UU No: 11/2006, tentang Pemerintah Aceh.

Kedua, apakah perangkat hukum untuk pelaksanaan tugas tersebut sudah memadai. Ketiga, apakah permasalahan yang ditemui dari masing-masing lembaga kekhususan dalam pelaksanaan tugasnya dan terakhir, apakah usulan untuk memperbaiki kinerja dan pelaksanaan tugas serta wewenang lembaga kekhususan tersebut.

“Tapi saya sudah coba menyakinkan Pak Azis agar kita jadwal ulang. Beliau setuju dan meminta kepastian waktu dari Gubernur Aceh. Harusnya ini tidak perlu terjadi saat kita sedang melobi agar dana Otsus Aceh diperpanjang,” ungkap Salim Fahri, Senin malam di Banda Aceh.***

Komentar

Loading...