Fakhrurrazi Yusuf Selesai dari Kursi Ketua BRA

Azhari Cagee: Saya Berikhtiar Memberi Yang Terbaik!

Azhari Cagee: Saya Berikhtiar Memberi Yang Terbaik!
Asisten Bidang Keistimewaan dan Pemerintahan Setda Aceh, M Jafar menyerahkan SK Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua BRA kepada Azhari Cagee. (Foto: Serambinews.com)
Rubrik

Banda Aceh I Hanya sekitar 1,5 tahun. Hari ini kursi Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) akhirnya harus ditinggalkan Fakhrurrazi Yusuf. Selanjutnya, jabatan itu beralih dan dipegang Azhari Cagee, mantan anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh (PA) yang juga Juru Bicara KPA Pusat.

Pergantian itu sesuai usulan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat H. Muzakir Manaf (Mualem) lalu dikukuhkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh Nomor 821.29/1715/2021, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua Badan Reintegrasi Aceh.

Deputi II BRA Amni bin Ahmad Marzuki yang dikonfirmasi media ini, Jumat petang membenarkan. “ Benar, baru saja terjadi penyerahan SK,” kata salah satu juru runding GAM ini.

Asisten Bidang Keistimewaan dan Pemerintahan Setda Aceh, M Jafar menyerahkan SK Pengangkatan dan Pemberhentian Ketua BRA kepada Azhari Cagee. 

“Setelah mendapat rekomendasi ini, Gubernur langsung mengeluarkan keputusan terhitung sejak 23 November 2021.  SK itu satu, memuat tentang pemberhentian dan pengangkatan, satu SK untuk dua hal,” jelas M Jafar.

M Jafar juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Aceh tidak melakukan pertimbangan terhadap usulan atau rekomendasi yang disampiakn KPA. “Asal sudah ada rekomendasi langsung dikeluarkan SK pemberhentian dan pengangkatan,” tegas Jafar.

Menurut Jafar, Gubernur Aceh hanya berharap dengan pengangkatan Azhari Cagee sebagai Ketua BRA yang baru, konsolidasi di internal BRA akan semakin solid.

“Karena di BRA itu ada dua kepemimpinan, ada ketua badan dan kepala sekretariat. Di bawah ketua itu ada deputi, direktur, ada bidang, dan ada perwakilan kabupaten/kota. Sedangkan di bawah sekretariat ada kabag, kasubbag, dan pegawai,” ujarnya.

Menurut M Jafar, Gubernur Nova berharap ke depan BRA semakin bersinergi dalam kerja sama dan mengoptimalkan jajaran masing-masing.

“Selanjutnya kinerja harus ditingkatkan kembali sehingga program BRA bisa berjalan secara optimal dalam rangka pemberdayaan mantan kombatan, tapol napol, dan korban konflik di Aceh,” jelas mantan Ketua KIP Aceh ini.

Sementara itu, Azhari Cagee berjanji akan memberikan yang terbaik bagi mantan kombatan GAM, tapol napol dan korban konflik. 

“Insha Allah kita akan bersinergi dengan berbagai pihak. BRA itu adalah pelayan bagi mantan kombatan bukan justeru minta dilayani,” tegas dia saat dikonfirmasi media ini, Jumat petang.

Cagee berharap dukungan dari semua pihak, khususnya jajaran KPA Pusat hingga sagoe (desa). Tanpa dukungan dan kerjasama, tentu akan sangat berat membawa amanah ini,” ujar dia.***

Komentar

Loading...