Breaking News

Awas Bumi Gonjang Ganjing, Rusia Ngamuk ke Inggris & AS

Awas Bumi Gonjang Ganjing, Rusia Ngamuk ke Inggris & AS
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Jenewa, Swiss, Rabu (16/6/2021) waktu setempat. (Foto: AP/Peter Klaunzer)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Rusia memperingatkan Inggris dan Amerika Serikat (AS). Kremlin meminta kedua negara itu agar tidak memprovokasi dengan mengirim kapal perang di Laut Hitam.

Rusia juga kembali menegaskan akan mempertahankan perbatasannya dengan segala cara, termasuk kekuatan militer. Ini terkait dengan Krimea di Laut Hitam, yang diklaim Rusia sejak 2014 dari Ukraina.

"Kami menyerukan kepada Pentagon dan Angkatan Laut Inggris, yang mengirim kapal perang mereka ke Laut Hitam, untuk tidak menyia-nyiakan nasib," kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat (25/6/2021) waktu setempat.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Rusia dan Inggris tegang Rabu lalu. Rusia menganggap, kapal perusak Inggris HMS Defender masuk teritotinya bahkan telah melemparkan tembakan dan bom peringatan.

Namun Inggris menolak laporan Rusia itu seraya menyebut pihaknya melintasi daerah internasional. Bukan hanya itu, Inggris menganggap tembakan Rusia, adalah latihan militer biasa dan tak ada bom yang dijatuhkan.

Inggris sendiri melintasi Laut Hitam karena akan menuju Pelabuhan Batumi, Georgia. Kedutaan Besar Inggris di Tbilisi, juga menuliskan hal tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan secara terpisah bahwa Washington dan London telah menabur perselisihan. Di mana mereka gagal menerima Krimea sebagai bagian dari Rusia.

Moskow memperingatkan Inggris pada hari Kamis bahwa mereka akan mengebom kapal angkatan laut Inggris di Laut Hitam jika tindakan provokatif berulang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan secara terpisah pada hari Jumat bahwa mereka memulai latihan angkatan laut dan angkatan udara bersama di Mediterania timur, di mana Moskow mengoperasikan pangkalan udara di pantai Suriah.***

Komentar

Loading...