Penyeludup Manusia Diekstradisi

Australia Akui Kemitraan dengan Indonesia Semakin Kokoh

Australia Akui Kemitraan dengan Indonesia Semakin Kokoh
viva.co.id
Penulis
Rubrik
Sumber
siaran pers Kedubes Australia Jakarta
Jakarta | Pemerintah Australia telah memperoleh konfirmasi bahwa Indonesia telah mengekstradisi tersangka penyelundup manusia ke Australia, Mohammad Naghi Karimi Azar. Naghi sedang menghadapi penuntutan di Australia atas pelanggaran hukum penyelundupan 43 orang.

 Ekstradisi tersebut memperlihatkan hubungan yang kukuh, efektif dan telah berlangsung lama antara lembaga-lembaga penegak hukum Australia dan Indonesia. “Kami tetap berkomitmen untuk melindungi perbatasan Australia, memerangi bisnis penyelundupan manusia yang jahat ini dan pada akhirnya mencegah orang untuk mempertaruhkan nyawa mereka di laut,” begitu siaran pers Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

 Siaran pers itu mengatasnamakan MENTERI LUAR NEGERI AUSTRALIA Julie Bishop. MENTERI IMIGRASI DAN PERLINDUNGAN PERBATASAN AUSTRALIA Peter Dutton. Dan, MENTERI KEHAKIMAN AUSTRALIA, MENTERI PEMBANTU PERDANA MENTERI BIDANG ANTI-TERORISME, Michael Keenan. “Intelijen kami melaporkan bahwa penyelundup manusia akan terus menguji kami. Segala perahu yang berupaya untuk berlayar secara tidak sah ke Australia akan diusir dan mereka yang mengelola upaya-upaya ini akan dikejar tanpa kenal lelah,” tulis siaran pers itu.

Karimi Azar adalah orang kedelapan yang diekstradisi untuk menghadapi tuntutan penyelundupan manusia di Australia sejak 2008. Ekstradisi ini merupakan buah kerja sama erat antara Departemen Kejaksaan Agung Australia, Kepolisian Federal Australia, Direktur Persemakmuran Penuntuntan Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung RI.***

Komentar

Loading...