Menuju PON XX-2021 Papua

Atlet Muay Thai Aceh Target 1 Emas dan 2 Perak

Atlet Muay Thai Aceh Target 1 Emas dan 2 Perak

Banda Aceh l Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) Muay Thai Aceh mematok target 1 medali emas dan 2 perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2021 mendatang.

Itu sebabnya, mereka terus  berlatih secara rutin, guna mempersiapkan fisik dan mental. Latihan ini dibagi dua yaitu, persiapan khusus dan umum. Termasuk, pembebanan untuk mencari power dan fisik.

Ketua Pelatih Cabor Muay Thai Aceh, Syarwan Saleh kepada media ini, Rabu (5/8/2020)mengatakan. Dia optimis atlet asuhannya akan mampu memenuhi target tersebut. Sebab, pada Liga Nasional (Liginas) Piala Wakil Presiden Seri VII di Bogor Jawa Barat 2017 lalu, atlet Aceh meraih dua medali emas, dua perak dan empat medali perunggu.

Sementara itu pada Porwil X Bengkulu 2019 lalu, altitnya sukses mendapatkan empat emas, empat perak dan tiga perunggu.

“Dana yang disiapkan KONI Aceh juga sangat mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti, akomodasi, konsumsi, uang saku, transportasi, termasuk perlengkapan dan peralatan latihan,” jelas Syarwan.

Dia mengulas. Tahun 2017 misalnya, dua medali emas diraih Putri Ayu Sakinah dan Risan, tiga medali perak diperoleh Desi Suryani Halawa, Feberiana, Saiful Jabar, perunggu didulang Patona, Bobby, Idrus Kamal dan Irsalina.

Tahun 2019, meraih empat emas, empat perak dan tiga perunggu. Keempat emas dipersembahkan Irsalina yang turun di kelas 48 kilogram senior putri, Dara Phonna di kelas 58 kilogram junior putrid, Wanda Ardiansyah kelas 57 kilogram senior putra dan Feberlina Nduru kelas 54 kilogram senior putri.

Lalu, sambung dia, empat medali perak disumbang Dessy Suryani Halawa kelas 43 kilogram senior putri, Yukai Prihatin Martin kelas 54 kilogram senior putra, Bobi Candra Ariadi dari kelas 67 kilogram senior putra dan Khairul Umam kelas 60 kilogram senior putra.

Sementara, tiga meraih perunggu disumbang Nana yang main di kelas -57 kilogram junior putri, Murtadha kelas -45 kilogram senior putra dan Mardiyanto Ginting kelas -73 kilogram junior putra.

Cabang olahraga ini pertama kali masuk ke Aceh tahun 2014 dan dibawa serta diperkenalkan Muhammad Saleh (Sekum  KONI Aceh saat itu) serta pelatih lokal (Syarwan Saleh). Hasilnya, dua petarung tanah rencong yaitu Lisnobel dan Maskur mencatat prestasi internasional. Keduanya meraih dua medali perak pada kejuaraan dunia di Phuket, Thailand.

Pada ajang ini, Muay Thai mengirimkan delapan atlit yang diperkuat oleh empat putri dan empat putra.

Atlit Muay Thai, Pelatih dan Asisten pelatih di GOR KONI Aceh

Selama ini, atlit Muay Thai berlatih secara intensif, namun sejak merebaknya virus corona (Covid-19), mereka diasuh pelatih nasional, Syarwan Saleh serta asistennya.

“Saat ini, altit Muay Thai ada delapan orang, yaitu 4 perempuan dan 4 laki-laki. Ada Irsalina (Madya), Dara Phonna (Madya), Siti Rahma (Madya), Desi Suryani Halawa (Subussalam) dan  putra Yukai Prihatin Martin (Bireuen), Bobi Candra (Pidie), Khairul Umam (Pidie Jaya), Wanda (Pidie Jaya),” ungkap Sarwan.

Saat ini Pengprov Muay Thai Aceh dipegang Dahlan, SIP (Ketua DPRA). “Kami berharap di PON Papua 2021, bisa meraih 1 medali emas dan 2 perak. Ini pertama kali Muay Thai ikut PON di Papua, setelah mengukir prestasi di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera di Bengkulu tahun 2019,” kata Syarwan Rabu sore di GOR KONI Aceh, Banda Aceh.***

Komentar

Loading...