Breaking News

Terkait Panggilan Penyidik Dit. Reskrimsus Polda Aceh

Asrizal Asnawi: Ditanya Prosedur Penyaluran Beasiswa

Asrizal Asnawi: Ditanya Prosedur Penyaluran Beasiswa
Foto: Dok. MODUSACEH.CO

* Yahdi Hasan; Saya Menghargai Proses Hukum!

Banda Aceh I Asrizal Asnawi (AA), anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Aceh, membenarkan dirinya telah memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit. Rekrimsus) Polda Aceh.

“Benar, tadi saya jam 10.00 WIB memenuhi panggilan penyidik,” kata Asrizal saat dikonfirmasi media ini, Selasa, 4 Mei 2021 malam melalui telpon seluler.

Selain Asrizal, Zulfadli (Fraksi Partai Aceh), juga membenarkan dirinya telah memenuhi panggilan serupa.  “Betul, yang hadir hari ini saya dan Asrizal,” jelas Zulfadli atau akrab disapa Tgk Abang ini.

Sementara itu, rekan satu partai dengan Tgk Abang yaitu Yahdi Hasan mengaku, dia akan memenuhi panggilan, Rabu, 5 Mei 2021. “Insya Allah besok jam 09.00 WIB Bang,” kata dia.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Aceh mengaku telah memanggil enam anggota DPRA aktif (masa bakti 2019-2024) untuk diperiksa dan dimintai keterangan, terkait dugaan kasus beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017. 

Pemanggilan ini termuat dalam surat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh tanggal 29 April 2021, yang ditandatangani Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta SH.

Itu dilakukan penyidik setelah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang disampaikan melalui surat tanggal 20 April 2021.  

Enam anggota DPRA itu adalah, Asrizal Asnawi alias AA (PAN), Abdurrahman Ahmad alias AM (Gerindra), Hendriyono alias HY (PKPI), Iskandar Usman Al-Farlaky alias IUA (PA), Yahdi Hasan alias YH dan Zulfadli alias ZF (masing-masing dari PA). 

Sebelumnya, 16 mantan anggota DPRA Periode 2014-2019 juga telah di panggil untuk di mintai keterangan termasuk 483 mahasiswa penerima bantuan. Begitupun hingga kini belum ada tersangka.  

Disebutkan,  Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus sedang melakukan penyelidikan kasus kegiatan bantuan biaya pendidikan dengan anggaran Rp 22,3 miliar lebih, bersumber dari APBA tahun 2017. Surat ini ditujukan kepada Ketua DPRA Aceh Dahlan Jamaluddin.

Lantas, berapa anggaran yang diusulkan Asrizal Asnawi ketika itu? “Saya anggarkan awalnya Rp 80 juta untuk 4 calon penerima. Tapi yang disetujui dua orang saja dengan anggaran tetap Rp 80 juta,” kata dia.

Itu sebabnya sebut Asrizal dirinya siap memenuhi panggilan penyidik. “Sudah di BAP sesuai surat penyidik,” ujar dia.

Apakah Anda siap menghadapi masalah tersebut? Tanya media ini. “Di depan hukum kita semua sama, kalau  di panggil ya kita datang memenuhi panggilan penyidik,” sebut Asrizal.

Sementara Zulfali (Tgk Abang) menjelaskan. Dirinya ada mengusulkan 4 calon penerima dengan alokasi anggaran Rp100 juta. 

“Tapi yang disetujui BPSDM Aceh hanya tidak orang dengan anggaran Rp60 juta. Berarti, ada Rp40 juta yang kembali ke negara,” kata dia. Sedangkah Yahdi Hasan mengaku ada mengusulkan Rp 500 juta lebih untuk 18 orang calon penerima.

Sementara itu, tiga nama lainnya seperti Abdurrahman Ahmad, Hendriyono dan Iskandar Usman Al-Farlaky belum menjawab konfirmasi media ini.***

 

Komentar

Loading...