Asia World Model United Nations III (AWMUN III) 2019 di Bali

Arif Gibran Mahasiswa Asal Aceh Terpilih Sebagai Anggota Crisis Committee

Arif Gibran Mahasiswa Asal Aceh Terpilih Sebagai Anggota Crisis Committee
Arif Gibran Putra Agsha (paling kiri) bersama rekan dari seluruh negara (Foto: Ist)
Penulis
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Arif Gibrah Putra Agsha asal Aceh, mahasiswa Fakultas Hubungan Internasional (HI), President University (PU), Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Terpilih sebagai Anggota Crisis Committee pada pertemuan Asia World Model United Nations III (AWMUN III), tanggal 13-15 November  di Nusa Dua Bali.

Bersama rekannya Sakti Abi Mayu (Tarakan-Indonesia) dan perwakilan mahasiswa dari India, Korea Selatan, Jepang, Amerika dan Spanyol. Alumni SMA Lab School, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh 2017 ini, menanggani dan mewakili negara Arab Saudi, mencari solusi untuk mengatasi permasalahan terhadap berbagai krisis yang terjadi.

Kegiatan ini diselenggarakan International Global Network, dihadiri 1.221 peserta dari ribuan peserta yang diseleksi, mewakili lebih 70 negara dari seluruh dunia. Untuk bisa mengikuti dan terpilih, setiap calon diwajibkan untuk mendaftarkan diri. Selanjutnya, membuat makalah dalam bahasa Inggris. Berikut dilakukan wawancara, baru ditentukan dan diputuskan apakah layak sebagai peserta atau tidak. 

Dihubungi redaksi MODUSACEH.CO, Kamis malam. Arif begitu dia akrab disapa menjelaskan. Saat pembukaan acara, para delegasi dijamu Gala Dinner. Lalu, mengikuti seminar yang menghadikan tiga narasumber yaitu, Margianta S. J. D. Francyne Harrigan (perwakilan dari PBB) dan Sherly Annavita.

Hari kedua, kegiatan simulasi Model United Nations (PBB) dimulai. Simulasi ini dibagi menjadi 4 sesi. Pertama dimulai pada pukul 10.00 sampai pukul 10.30 WITA. Sesi kedua dilanjutkan pukul 10.45 sampai pukul 12.00 WITA. Selanjutnya, para delegasi diberikan jeda waktu makan siang dari pukul 12.00 sampai pukul 13.30 WITA.

Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi ketiga pukul 13.30 sampai 15.30 WITA. Dan sesi terakhir dimulai pada pukul 15.45 sampai pukul 17.00 WITA. “Saat simulasi, para delegasi diharuskan menguasai topik pembicaraan yang akan diperdebatkan,” jelas Arif.

20191114-arif-gibran2

Foto: Ist

Selain itu, para delegasi juga diharuskan memahami bagaimana posisi negara yang mereka wakili pada topik yang dibicarakan. “Kegiatan ini secara keseluruhan banyak memberikan dampak positif kepada para pesertanya. Saya merasakan itu, apalagi saat bertemu dengan rekan-rekan dari seluruh dunia,” jelas alumni SMPN 6 Banda Aceh tersebut.

Menurut Arif, selain bisa berinteraksi dengan peserta lainnya yang datang dari berbagai negara di dunia, para peserta juga dapat merasakan bagaimana menjadi wakil sebuah negara di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kegiatan ini juga dapat membantu kemampuan public speaking para peserta, terutama kesempatan untuk menyampaikan idenya. “Selain itu, para peserta juga dapat mengembangkan pemikiran kritis dalam memecahkan sebuah masalah yang dihadapkan kepada mereka dari berbagai perspektif seperti ekonomi, politik, militer dan lain-lain,” jelas alumni SDN 24 Banda Aceh tersebut.

Arif Gibran Putra Agsha merupakan putra kedua dari tiga bersaudara, pasangan H. Muhammad Saleh-Hj, Agusniar Muchtar, pendiri dan pemilik Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH dan MODUSACEH.CO, yang terbit di Banda Aceh.

Keinginannya untuk kuliah pada jurusan hubungan internasional, khususnya bidang pertahanan, sudah ditunjukkan sejak dibangku SMA. Itu dibuktikan dengan membaca berbagai buku dan media cetak (koran serta majalah) berbahasa Inggris.Termasuk yang berhubungan dengan diplomatik.

Makanya, walau mendapat undangan serta lulus tanpa test di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia maupun Malaysia. Arif lebih memilih untuk kuliah di President University sebagai penerima beasiswa.

Asia World Model United Nations (AWMUN) adalah simulasi dari konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peserta ditugasi untuk memecahkan masalah global melalui penelitian, penyusunan, lobi dan debat untuk memberikan 'resolusi' yang sesuai.

20191114-arif-gibran3

Grand Symposium pada Bali Asia International Model United Nations (BAIMUN) | Foto: Ist.

Mereka mengambil peran sebagai delegasi dan ketua, mewakili berbagai negara dan bekerja bersama dengan peserta lain dari latar belakang yang berbeda dalam diskusi, mencari solusi untuk agenda yang telah mereka tetapkan.

Agenda atau topik yang diangkat selama MUN adalah, refleksi dari masalah dunia nyata yang dibahas PBB. Mulai dari topik umum seperti hak-hak minoritas agama hingga topik khusus seperti peningkatan perlindungan kecelakaan di sekitar instalasi nuklir.

Seluruh proses dan diskusi berlangsung di bawah 'Aturan Prosedur' formal untuk benar-benar memodelkan format PBB.***

Komentar

Loading...