Analisis Lembaga Survei Median Tentang Penanganan Corona di Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 1, Nova Iriansyah tak Masuk

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Nomor 1, Nova Iriansyah tak Masuk
Direktur Median, Rico Marbun (Ari Saputra/detikcom)
Rubrik

Minggu, 26 April 2020 lalu, laman media siber detik.com melansir survei persepsi publik terhadap kinerja kepala daerah di Indonesia dalam menanggani wabah virus Corona. Survei yang melibatkan 800 orang responden ini, dilaksanakan Lembaga Survei Median. Hasilnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai sebagai kepala daerah nomor satu dalam hal ketepatan menangani wabah virus Corona (24,1 persen). Lantas, bagaimana kepada daerah lainnnya, termasuk Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah? Wartawan MODUSACEH.CO, Muhammad Saleh menulisnya untuk Fokus pekan ini. Data dihimpun dari detik.com dan berbagai sumber.

POSISI kedua tentu mudah ditebak yaitu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yaitu; 9,6%. Disusul Ridwan Kamil (Jabar), 8,9% dan Khofifah Indar Parawansa (Jatim), 8,0%. Menariknya, kepala daerah lain seperti, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, berada diurutan ke-5.

Ironisnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tak masuk dalam 20 besar kepala daerah berkinerja baik versi Median. Berbeda dengan tetangga Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi menduduki posisi 19 dengan skor; 0,5 persen.

Mengutip detik.com. Ini adalah hasil survei nasional mengenai persepsi publik yang dilakukan lembaga survei Median bertajuk 'Persepsi Publik atas Penanganan Wabah COVID-19: Kinerja Pemerintah Pusat, PSBB vs Lockdown, Darurat Sipil, dan Mudik'. Komponen survei tersebut didapatkan detikcom dari Direktur Median Rico Marbun, Minggu, 26 April 2020.

"Publik memang mempersepsi Anies Baswedan sementara ini sebagai yang paling kuat karena publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB," kata Rico Marbun, saat dimintai penjelasan oleh detikcom, Minggu pekan lalu di Jakarta.

Nah, kenapa Anies mengungguli kepala daerah lain sedangkan sama-sama menangani masalah yang sama di daerah masing-masing? "Kita perlu ingat bahwa data ini adalah data persepsi atas kinerja. Jadi, faktor kinerja tidak berdiri sendiri. Ada juga faktor ekspansi informasi atas kinerja," kata Rico.

PSBB atau pembatasan sosial berskala besar dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Jakarta mulai memberlakukan PSBB sejak 10 April 2020.

Adapun kepala daerah yang lain, Gubernur Papua Lukas Enembe, misalnya, juga menerapkan pembatasan namun bukan PSBB, tapi bernama 'Pembatasan Sosial yang Diperluas' sejak 26 Maret 2020.

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat meninjau RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemerintah Aceh

Informasi mengenai yang dilakukan Anies jauh lebih banyak ketimbang informasi mengenai yang dilakukan kepala daerah lain. Informasi itu tersedia di media massa maupun media sosial. Dengan demikian, kinerja seorang kepala daerah tidak menjadi faktor tunggal dalam ranking survei ini.

"Distribusi info kerja Anies yang massif melalui media massa dan media sosial, ini yang menurut saya memberi faktor kontribusi yang sangat besar, dan lebih besar ketimbang kepala daerah lain seperti Risma atau Ganjar Pranowo," kata Rico.

Metode survei nasional yang dilakukan Median adalah penelitian dengan melibatkan 20.658 nomor telepon responden yang dipilih secara acak dari survei Median sebelumnya pada September 2018-Februari 2020.

Survei ini kemudian mengambil sampel 800 nomor telepon responden dari total 20.658 nomor telepon responden. Pengambilan data berlangsung dari 6 hingga 13 April 2020.

Margin of error dalam penelitian tersebut juga disebutkan dalam angka kurang-lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sayangnya, walau terkesan sudah bekerja keras, namun Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tidak masuk dalam nominasi 20 besar kepada daerah yang paling tepat menanggani virus Corona.***

Berikut para kepala daerah yang dinilai tepat tangani Corona, versi survei Median.

Komentar

Loading...