Aniaya Anak Tiri Depan Ibu Kandung, Polisi Amankan Pasutri di Paya Bakong

Aniaya Anak Tiri Depan Ibu Kandung, Polisi Amankan Pasutri di Paya Bakong
Am (60) ayah kandung yang diduga menganiaya korban N (Foto: Din Pasee)

Lhoksukon | Diduga melakukan kekerasan dan menganiaya seorang anak tiri berinisial N (16) di depan ibu kandungnya, Mar(45). Pasangan suami Isteri Am (60) dan R (45) akhirnya diamankan penyidik Polres Aceh Utara.

Terungkapnya kasus ini, karena korban N sudah tak tahan mendapat penyiksaan dan penganiayaan. Akibatnya, gadis yang masih berstatus pelajar kelas II SMA asal salah satu gampong (desa) di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara itu, melaporkan ayah dan ibu tirinya ke Polres Aceh Utara.

Nah, berdasarkan laporan itu, personel Sat Reskrim Polres Aceh Utara langsung bertindak, mengamankan pasangan suami istri tersebut. Kini, keduanya kini masih mendekam di ruang tahanan Mapolres setempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi membenarkan peristiwa yang terjadi Minggu lalu itu.

Kanit PPA Sat Reskrim Bripka T. Ariandi menerangkan, korban N mengaku dianiaya Ibu tiri dan ayah kandungnya persis di depan Ibu kandung ini, di halaman depan kediamannya.

Untuk membuktikan terjadinya kekerasan dan penganiayaan itu, korban telah memiliki surat Visum Et Referum dari kejadian penganiayaan yang dialaminya.

Bermula adanya pertengkaran mulut antara korban dengan ibu tirinya R. Lalu, ayah kandung korban AM datang. Namun, bukannya meleraikan keributan, justru membawa sepotong kayu dan diserahkan kepada R untuk menghajar korban N.

Spontan R memukuli N dengan sebatang kayu dan AM juga ikut membantu pengeroyokan serta pemukulan dengan menggunakan tangan kosong.

“Sebelumnya korban dan pelaku R terlibat adu mulut, kemudian datang AM membawa potongan kayu dan menyerahkannya pada R untuk memukul korban, bahkan AM juga ikut memukul anaknya itu dengan tangannya,” ujarnya.

20200707-ibu-tiri-korban

R (45), ibu tiri yang diduga menganiaya korban N (Foto: Din Pasee)

Namun beruntung, aksi penganiayaan dan pemukulan itu berhasil dilerai seorang saksi AZ dan menyuruh korban segera pergi agar tidak dianiaya lagi.

Akibat pemukulan berat tadi menyebabkan korban N tak mampu lagi berjalan dan tidak bisa mengendarai sepeda motornya.  Sehingga AZ terpaksa membawa korban N dan ibu kandungnya ke rumah Geusyik (kepala desa) untuk berkonsultasi atas kejadian yang dialami korban N.

“Karena diketahui keributan disertai kekerasan antara korban dan pelaku sudah sering terjadi, maka perangkat desa setempat mengarahkan korban dan ibu kandungnya untuk membuat laporan pada polisi,” ujarnya.

Kini, polisi telah menangkap dan mengamankan pelaku penganiayaan tersebut yakni ayah kandungnya AM dan ibu tirinya R. Kedua pelaku masih menjalani proses pemeriksaan keterangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang menganiaya korban N.***

Komentar

Loading...