Angka Peceraian di Pidie Tinggi, Mayoritas Penyebab Karena Medsos Gunakan Telpon Seluler

Angka Peceraian di Pidie Tinggi, Mayoritas Penyebab Karena Medsos Gunakan Telpon Seluler
Dr. H. Munir, SH, M.Ag

Sigli | Angka gugat cerai yang dilakukan pihak istri di Kabupaten Pidie tinggi.

Data yang diperoleh dari Mahkahmah Syar'iyah Kabupaten Pidie hingga September 2019 mencapai 696 kasus dan didominasi gugat cerai.

Itu disampaikan Ketua Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Pidie, Dr. H. Munir, SH, M.Ag kepada MODUSACEH.CO, Selasa (1/10/2019).

Lanjut dia, sebelumnya atau tahun 2018, pihaknya menangani 900 perkara hingga Desember.

Namun untuk tahun 2019 hingga September sudah ada 696 perkara yang ditangani pihaknya. "Kasus gugat cerai oleh istri dominan sekali," jelasnya.

Munir mengaku, dari 696 perkara yang masuk, perkara gugatan cerai 383, permohonan 293, jinayat 20 perkara.

Lalu untuk gugatan cerai tersisa 88 perkara belum selesai, untuk permohonan 19 perkara dan untuk jinayat hanya tersisa 3 perkara yang sedang berjalan.

"Jadi angka perceraian cukup tinggi setiap tahunnya," papar dia.

Penyebabnya kata Munir, ada faktor ekonomi, pihak ketiga dan uniknya faktor penggunaan handphone (Hp).

Tidak sedikit dari mereka bercerai karena media sosial (medsos). Ada yang cemburu, suaminya selingkuh atau sebaliknya.

Bahkan ada yang gara-gara krisis kepercayaan antara sesama. "Jadi banyak penyebabnya, tapi rentan gara-gara Hp," ungkapnya.***

Komentar

Loading...