Alokasi Anggaran Dinilai Terlalu Kecil

Anggota DPRA Tarmizi: Batalkan Proyek Multi Years, Alihkan Untuk Rumah Sakit Regional

Anggota DPRA Tarmizi: Batalkan Proyek Multi Years, Alihkan Untuk Rumah Sakit Regional
Anggota DPRA Tarmizi (Foto: antaranews.com)
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Anggota Fraksi Partai Aceh (PA), Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi menilai. Pemerintah Aceh belum serius membangun rumah sakit regional di Aceh. Salah satunya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Tarmizi, itu terlihat dari alokasi anggaran pembangunan  yang terlalu kecil, dibandingkan proyek multi years atau tahun jamak. Di Kabupaten Aceh Barat misalnya, mulai tahun 2017 hingga 2020 baru tersentuh anggaran Rp45 miliar.

"Tahun 2017, Rp27 miliar, 2018 (Rp38 miliar), 2019 (Rp47 miliar dan tahun 2020 (Rp 33 miliar). Sementara untuk merampungkan rumah sakit regional pada tahun 2022 membutuhkan anggaran Rp 600 miliar," ungkapTarmizi di Meulaboh, Kamis kemarin.

Pendapat itu disampaikan Tarmizi dalam rangkaian tinjauan lapangan (Pansus) DPR Aceh, terkait LHP BPK RI terhadap Pemerintah Aceh tahun anggaran 2019.

Itu sebabnya, Tarmizi dan anggota Pansus DPRA Dapil X meminta anggaran multy years (tahun jamak) Rp2,7 triliun dibatalkan dan dialihkan untuk pembangunan rumah sakit regional. “Kalau seandainya dibatalkan, maka dialihkan saja pada rumah sakit regional,”  tegas Tarmizi.

Tarmizi juga mengaku, terkait desakkan pembatalan anggaran multy years secara teknis sudah selesai semua dan sudah disepakati dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRA beberapa waktu lalu.

“Sekarang tinggal pimpinan lembaga menyikapi pembatalan anggaran multy years itu,”  jelas Tarmizi.

Alasannya, lanjutan pembangunan rumah sakit regional harus menjadi prioritas Pemerintah Aceh. “Kita berharap anggaran proyek multy years dialihkan ke rumah sakit regional supaya pembangunannya cepat selesai,” ujar Tarmizi yang juga diamini anggota DPRA Fuadri serta anggota Pansus lainnnya.

Tarmizi menyebut, bila Pemerintah Aceh tidak serius memprioritaskan pembangunan rumah sakit regional, khawatir tidak siap. Makanya, Tarmizi mendesak, Plt. Gubernur Aceh dan Sekda Aceh melihat langsung kondisi rumah sakit di Aceh. “Jangan pikir jalan naik ke langit dulu,” sindir Tarmizi.

Selain itu, dalam jumpa pers, Kamis kemari, Fuadri juga menyampaikan hal serupa. Ia berharap rumah sakit regional di Aceh Barat bisa rampung secepatnya dengan mengalokasi anggaran yang cukup untuk percepatan pembangunannya.

Seperti diketahui, ide awal pembangunan rumah sakit regional digagas pada masa pemerintah dr. Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. Bahkan untuk percepatan pembangunan rumah sakit regional tersebut, Pemerintah Aceh berencana mengambil pinjaman pada Bank Kfw Jerman.

Tetapi rencana ini sempat menuai pro dan kontra. Bahkan Fraksi Partai Demokrat kala itu salah satu yang tidak setuju dengan alasan dan pertimbangan tertentu.***

Komentar

Loading...