Terkait Dugaan Penggelapan Beasiswa 2017

Anggota DPRA Iskandar Usman: Mekanisme Layak atau Tidak dan Penerimanya Ada di BPSDM

Anggota DPRA Iskandar Usman: Mekanisme Layak atau Tidak dan Penerimanya Ada di BPSDM
Iskandar Al-Farlaky. Foto: serambinews.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Kasus dugaan  penggelapan Beasiswa yang bersumber dari anggaran Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tahun 2017 kembali ramai dibicarakan. Khususnya kalangan aktivis mahasiswa dan pegiat atau aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi.

Senin, 13 Januari 2020 misalnya, sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan Aceh (AMPPA), mengelar unjuk rasa di depan Kantor Polda Aceh, Jalan Cut Mutia No 25, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Diduga, kasus ini melibatkan sejumlah anggota DPRA Periode 2014-2019. Sebab, disebut-sebut ada yang tidak beres dari penyaluran bantuan pendidikan atau beasiswa  untuk mahasiswa pada tahun 2017. 

Misal, muncul dugaan adanya pemotongan dari jumlah dana beasiswa yang disalurkan. Selain itu, ada indikasi penerima beasiswa merupakan saudara, adik ipar bahkan anak kandung dari si pengusul. 

Nah, dari 18 anggota DPRA Periode 2014-2019 yang melaksanakan program beasiswa dari dana aspirasi tadi, tersebutlah satu satunya,  Iskandar Usman Al Farlaky dari Partai Aceh.

Lalu apa kata dia? "Prosesnya sudah di Polda Aceh, silahkan tanya di Polda. Untuk mekanisme layak atau tidak layak mahasiswa yang menerima itu ada di BPSDM," katanya melalui pesan WhatsApp (WA) pada media ini, Selasa, 14 Januari 2020. 

Sebelumnya, Irjen Pol Rio S Djambak dalam temu pers akhir tahun mengatakan, pihaknya akan menyusut tuntas kasus dugaan pemotongan dana bantuan beasiswa pendidikan yang diduga melibatkan anggota oknum DPRA ini.

Lantas, bagaimana kisah panjang kasus ini? Selengkapnya, baca edisi cetak pekan depan.***

Komentar

Loading...