Breaking News

Tanggapi Para Demonstran

Anggota DPRA Azhar Abdurrahman: Pemerintah Aceh tak Punya Skema Entas Kemiskinan

Anggota DPRA Azhar Abdurrahman: Pemerintah Aceh tak Punya Skema Entas Kemiskinan
Anggota DPR Aceh Azhar Abdurrahman menanggapi para demonstran.

Banda Aceh | Menanggapi tuntutan para pendemo terkait kemiskinan di Aceh yang masuk daftar provinsi termiskin se-Sumatra. Anggota DPR Aceh Azhar Abdurrahman menilai, eksekutif (Pemerintah Aceh) tidak punya skema dalam mengentaskan kemiskinan.

Itu diungkapkan saat Aksi Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) di depan Gedung DPRA, Rabu di Banda Aceh.

"Dengan angka yang cukup besar mencapai 15 persen lebih, tentunya sangat memalukan publik Aceh," kritiknya.

Karena itu, Azhar Abdurrahman berpendapat. "Pemerintah Aceh tidak punya skema yang jelas dalam mengentaskan kemiskinan. Saya prediksi, tahun depan angkanya semakin parah. Ini dapat kita lihat dari postur anggaran tahun 2021," ungkap dia.

Azhar berharap, DPR Aceh dapat memberikan masukan dalam penyusunan APBA di masa mendatang.

"Semua pihak harus komitmen berapa persen anggaran untuk kemiskinan. Bila targetnya 5 persen. Sedangkan angka kemiskinan Aceh ada 580 ribu, maka setiap tahun ada sekitar 40 ribu yang bisa dibebaskan dari kemiskinan," jelas Azhar.

"Dengan angka pendapatan per kapita Rp33 juta pertahun. Maka membutuhkan anggaranRp 1,2 triliun setiap tahunnya untuk mengentaskan kemiskinan Aceh. Tentu, dapat ditempatkan pada Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan. Namun, Pemerintahan tidak punya skema ke arah sana," nilai mantan Bupati Kabupaten Aceh Jaya ini.

Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM), Maulida Aryandi meminta DPR Aceh agar memperkuat fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

"DPRA harus betul-betul mengawasi kinerja eksekutif. Jangan malah terjadi perselingkuhan antara eksekutif-legislatif dalam menyusun perencanaan pembangunan," kritiknya.

"Apalagi 2027 mendatang, Otsus Aceh memasuki masa evaluasi. Kita berharap, Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh memaksimalkan Otsus untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran," kata Maulida.***

Komentar

Loading...