Wabah Corona di Negara Adikuasa

Amerika “Mulai tak Berdaya”

Amerika “Mulai tak Berdaya”
Ilustrasi/NET
Rubrik
Sumber
dari berbagai sumber/cnnindonesia.com

*Bill Gates Minta Pemerintah AS Lockdown!

MODUSACEH.CO | Dalam banyak hal dan sisi, terutama teknologi tinggi. Negara adikuasa Amerika Serikat (AS) boleh saja unggul. Namun, beda halnya dengan wabah virus Corona (Covid-19) yang juga menyerang negara adi daya tersebut.

Simak saja, pemerintah dan rakyat di negara itu semakin panik. Lihatlah, hingga Sabtu, 28 Maret 2020, sudah 103.942 kasus  positif virus corona di Amerika Serikat. Akibatnya, ada 1.689 yang mati. Selama ini, negara itu memiliki kasus virus corona terbanyak sejak menjadi sumber penyebaran virus serupa yaitu,SARS.

Dalam sehari, AS menemukan sedikitnya 17 ribu kasus virus corona baru dengan 402 kematian.

20200328-york

Kota New York yang semakin sepi (Ilustrasi)

Seperti diwartakan cnnindonesia.com hari ini. Jumlah kematian itu merupakan tertinggi yang dilaporkan Negeri Paman Sam dalam sehari. Jumat (27/3/2020) kemarin misalnya, AS melaporkan ada 253 kematian akibat corona.

Tragisnya, kasus virus corona di AS menyebar hingga 50 negara bagian. Dilandir The Guardian, sedikitnya 80 persen dari total pasien corona di Negeri Paman Sam, hanya mengalami gejala covid-19 ringan seperti demam dan batuk.

Negara Bagian New York menjadi wilayah dengan kasus terbanyak di AS yaitu, mencapai 44.870 kasus dengan 527 kematian. Lonjakan besar kasus corona ini membuat rumah sakit di AS kewalahan karena permintaan fasilitas kesehatan yang terus meningkat sementara tenaga dan alat medis terbatas.

Sejumlah rumah sakit di AS bahkan bersiap menghadapi kekurangan tempat tidur dalam dua pekan ke depan lantaran pasien corona yang terus berdatangan.

Menurut studi Institut Kesehatan Global Universitas Harvard, penyebaran wabah pandemi ini masih akan berlangsung setidaknya 12-18 bulan ke depan. "Kita akan hidup dalam situasi seperti ini dalam berbagai bentuk untuk setidaknya 12-18 bulan ke depan jika kita beruntung," kata Direktur Insitut Kesehatan Global Universitas Dokter Ashish Jha.

Salah satu rumah sakit di New York, New York Bellevue Hospital Center, bahkan terpaksa membangun kamar mayat darurat menggunakan tenda dan truk pendingin lantaran kekurangan ruangan.

Negara Bagian New York bahkan mulai mengizinkan petugas medis menggunakan ventilator untuk dua pasien sekaligus demi menyiasati kekurangan alat pendukung medis.

Gubernur New York Andrew Cuomo menuturkan, seluruh rumah sakit di negaranya masih memiliki setidaknya 30 ribu ventilator dan alat pelindung petugas medis yang bisa bertahan setidaknya untuk dua pekan ke depan.

Salah satu perawat di Rumah Sakit Long Island menuturkan jumlah pasien yang masuk sudah melebihi kapasitas yang bisa ditangani petugas medis hingga mengancam kesehatan para perawat dan dokter.

Hampir seluruh sekolah kedokteran di AS bahkan berencana meluluskan mahasiswa tingkat akhir lebih cepat untuk membantu menangani pasien wabah corona yang terus bertambah.

Universitas New York (NYU) menjadi kampus pertama yang menawarkan pilihan tersebut kepada para mahasiswa sekolah kedokteran yang mereka kelola. Tawaran itu diumumkan NYU sejak Selasa pekan ini.

Sementara itu, empat sekolah kedokteran di Massachusetts seperti Sekolah Kedokteran Universitas Tufts, Sekolah Kedokteran Universitas Massachusetts, Sekolah Kedokteran Universitas Boston, dan Sekolah Kedokteran Harvard juga tengah mempertimbangkan menerapkan opsi serupa.

Nah, karena kondisi dan kekhawatiran itu, Pendiri Yayasan Amal Bill dan Melinda Gates Foundation, Bill Gates meminta pemerintah Amerika Serikat (AS), segera memberlakukan kebijakan lockdown secara nasional untuk menekan penyebaran pandemi virus corona.

Gates merespons lonjakan kasus covid-19 di AS yang terus bertambah setiap harinya, ia menyebut pertumbuhan persebaran virus corona terus bertambah 33 persen setiap hari di Negeri Paman Sam itu.

"Kami (warga AS) sedang di masa sulit, jika dijalankan dengan tepat, kami hanya perlu rentang waktu selama 6 hingga 10 minggu, tetapi [lockdown] harus dilakukan secara nasional," terang Gates dalam video yang dikutip CNN, Sabtu (28/3/2020).

Pendiri Microsoft itu juga mengatakan, pernyataan Presiden Trump tentang kemungkinan membuka kawasan AS pada bulan April 'tidak realistis'. Gates menunjuk pada fakta bahwa jumlah kasus masih terus meningkat. "Pendekatan isolasi ini tidak boleh dari negara ke negara, tetapi dalam skala nasional," tambahnya. 

20200328-bill

Bill Gates meminta kepada pemerintah AS agar segera memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran pandemi virus corona. (John MACDOUGALL / AFP)

Gates memprediksi lonjakan tersebut akan terus bertambah hingga pada periode puncak April mendatang. Oleh karena itu ia menghimbau selain kepada pemerintah, juga warga AS untuk memiliki kesadaran diri untuk menekan virus dengan mematuhi aturan seperti tidak beraktivitas di luar rumah.

Gates kembali mempertanyakan kesediaan orang untuk kembali ke kehidupan sehari-hari dengan pendekatan konsumer jika ancaman virus masih mengalami lonjakan cepat. Saat ini AS telah memberlakukan kebijakan untuk meliburkan sekolah sampai masa yang ditentukan.

Gates juga mendorong untuk seluruh warga dan pemerintah untuk bekerjasama dan mendukung penemuan vaksin agar angka kasus covid-19 di AS segera menurun. "Kita perlu memiliki kemampuan untuk meningkatkan diagnostik, obat-obatan dan vaksin dengan sangat cepat," katanya.

Sekedar informasi, AS mengalami lonjakan kasus virus corona sama seperti China, Italia, dan Korea Selatan. Bahkan kini persebaran covid-19 perlu dianggap serius karena memiliki kasus tertinggi melebihi China yang merupakan negara asal virus berasal.

Hingga, Sabtu, 28 Maret 2020, total kasus positif covid-19 di AS mencapai angka 103.942 dengan jumlah total kematian 1.689 jiwa.***

Komentar

Loading...