AMARAH Minta DPRA Makzulkan Nova Iriansyah dan Ganti Sekda

AMARAH Minta DPRA Makzulkan Nova Iriansyah dan Ganti Sekda
Pertemuan Aliansi Mahasiswa-Rakyat Aceh (AMARAH) dengan Anggota DPRA di Gedung DPR Aceh. (Foto: Firdaus Hasan)

Banda Aceh | Aliansi Mahasiswa-Rakyat Aceh (AMARAH) menggelar hearing (sidang) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, di Aula Serba Guna Gedung DPRA, Senin (2/8/2021) di Banda Aceh.

Agendanya menuntut pemecatan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh.

"AMARAH menilai di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh banyak pro-kontra terkait kemampuannya memimpin Aceh," kata Koordinator AMARAH, M. Dzakky Naufal.

Tak hanya Nova Iriansyah, AMARAH juga menyentil Sekda Aceh Taqwallah.

"Seharusnya Sekda bisa memimpin Birokrasi Aceh yang lebih teratur dan profesional. Tapi kenyataan sangat kontras dengan selogan "Bereh" yang didengungkan Sekda," kata Dzaky.

Data yang menunjukan realisasi APBA 2021, banyak dihabiskan pada belanja jasa/modal, tunjangan serta biaya-biaya lain untuk birokrasi, hal tersebut tentu tidak menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, kebijakan Nova jauh dari upaya mensejahterakan rakyat, dan dinilai sering melakukan dugaan pelanggaran hukum.

"Kondisi di lapangan terlihat jelas program pemerintah tidak menyentuh langsung dengan peningkatan perekonomian masyarakat, hal ini dibuktikan dengan predikat termiskin di Sumatera," sebut Dzaky.

Menurutnya, terlalu banyak pelanggaran dan penyalahguna kekuasaan yang dilakukan Nova Iriansyah.

"Lihat saja hasil temuan BPK tehadap laporan keuangan 2020 yang berjumlah hingga 245 temuan," ujarnya.

Untuk itu AMARAH meminta DPRA menolak laporan penanggung jawaban Pemerintah Aceh tahun 2020.

"Menutup segala ruang kompromi/negosasi, selanjutnya meminta DPRA menggunakan hak interplasi dan hak anggket, guna menyelidiki terhadap pelanggaran Undang-Undang yang dilakukan Nova Iriansyah," harap Dzaky.

Tak hanya itu, AMARAH meminta DPRA untuk mengambil langkah hukum dan politik guna memakzulkan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh, serta meminta pergantian Sekda Aceh karena dinilai gagal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.***

Komentar

Loading...