Amankan Pria Gangguan Jiwa, Kasi Trantib Pol PP Aceh Barat Masuk Rumah Sakit

Amankan Pria Gangguan Jiwa, Kasi Trantib Pol PP Aceh Barat Masuk Rumah Sakit
Pria yang diduga gangguan jiwa memegang kampak di tangannya. (Foto: Juli Saidi)

Meulaboh | Mengenakan baju perempuan lengkap dengan penutup kepala (selendang) dan kaus kaki. Pria yang diduga alami ganguan jiwa itu terlihat memegang kampak di tangan kanannya.

Itu terjadi di Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh, Jumat 28 Mei 2021.

Dari jalur kiri dari arah Kota Meulaboh ke arah Tapaktuan, pria yang disebut-sebut bernama Asrul itu juga sempat menyeberang ke jalur kanan, Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan. 

Sambil berjalan di jalan utama tersebut, pandangan pria tadi terlihat fokus pada sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Aceh Barat. 

Pria yang diduga gangguan jiwa memegang kampak di tangannya. (Foto: Juli Saidi)

Bahkan amatan media ini saat melintasi jalan tersebut sebelum shalat Jumat, arus lalu lintas sempat ramai dan macet. Namun sang pria itu justeru tak mengganggu penguna jalan. Sebaliknya ia terhat serius dengan anggota Satpol PP.

Lalu, petugas Satpol PP dan dan berhasil dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien, Aceh Barat untuk dirawat karena dugaan ganguan jiwa.

Menariknya, Asrul malah menusuk Muhammad Yuthi, Kepala Seksi Trantib Pol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Barat dengan gunting.

Kasatpol PP Mirsal melalui Kabid Trantib Dodi Bima Saputra membenarkan anggotanya masuk rumah sakit. "Iya benar, anggota kita yang kena tusuk sama gunting dua tusukan di belakang,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Kasi Trantib Pol PP Aceh Barat masuk Rumah Sakit akibat kena tusukan. (Foto: Ist)

Menurut Dodi, akibat kena itu, anggotanya mendapat 10 jahitan pada dua luka bagian belakang. “Laki-laki berbaju perempuan, dia megang gunting satu, parang dua kampak satu,” jelas Dodi.

Peristiwa itu terjadi di depan rumah. Saat itu anggota Satpol PP/WH datang ke lokasi untuk mengamankan Asrul. Itu dilakukan karena ada perintaan keluarga untuk mengamankan dan membawa Asrul ke rumah sakit untuk dirawat.

“Pihak keluarga minta bantu Pol PP untuk diamankan. Begitu sampai Satpol PP udah menyerang duluan,” sebut Dodi. Sedangkan Muhammad Yuthi jelas Dodi, sudah diizinkan untuk pulang ke rumah dan beristirahat.***

Komentar

Loading...