Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait Dugaan Penipuan Jamaah Haji dan Umrah

Akmal Elhanief Belum Bisa Dihubungi, Benarkah Menghilang?

Akmal Elhanief Belum Bisa Dihubungi, Benarkah Menghilang?

Banda Aceh | Hingga siang ini, Senin, 7 September 2020, sekira pukul 14.00 WIB. H. Akmal Hanif LC, pimpinan perusahan Elhanief Tour dan Travel, belum bisa dihubungi media ini.

Padahal, penjelasan dari pengusaha muda ini sangat dibutuhkan, guna mengklarfikasi laporan terhadap dirinya yang kini tersangkut di Polda Aceh.

Dia dilaporkan  Faidah Rahmi (34) asal Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 5 September 2020, karena diduga telah melakukan penipuan terhadap jamaah haji dan umrah Aceh. (baca: Diduga Lakukan Penipuan, Pimpinan Elhanief Tour dan Travel Dilaporkan ke Polda Aceh).

“Ya, saya hubungi juga tidak aktif,” jelas seorang kolega Akmal yang bergerak di bisnis haji dan umrah, Senin pagi.

Karena alasan tak etis, dia minta namanya tak disebut dan tulis. Namun, dia memberi nomor telpon seluler Akmal yaitu; 08529121XXXX kepada media ini. “Coba saja mungkin sudah aktif,” saran sumber tadi.

Nah, saat dihubungi media ini, nomor tersebut menyatakan sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Benarkah Akmal Elhanief menghilang?

Sebelumnya, Faidah Rahmi  melaporkan pimpinan perusahan Elhanief Tour dan Travel ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh.

Laporan ini terkait dugaan penipuan dan pengelapan uang calon jamaah haji dan umrah yang dilakukan H. Akmal Hanif. LC.

Sesuai Surat Tanda Terima Laporan No. STTLP/241/IX/YAN.2.5/2020, SPKT, tanggal 5 September 2020 yang ditandatangani Kepala SPKT Kompol Mustafa menyebut. H. Akmal Hanif LC, merupakan pimpinan perusahan Elhanief Tour dan Travel.

Diduga, dia telah melakukan penipuan dan pengelapan terhadap korban yang juga perwakilan Elhanief Tour dan Travel di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, sekitar bulan April 2019.

Caranya dia tidak memberangkatkan calon jamaah haji dan umrah yang telah melunasi biaya perjalanan haji dan umrah.

Korban hadir ke Mapolda Aceh, didampingi pengacarannya Muhammad Ari Syahputra, SH. Dan, sebelum melapor, dia sudah berkonsultasi dengan penyidik Reskrim Polda Aceh.

Selesai melaporkan, Faidah dan Muhammad Ari Syahputra. SH menjelaskan kepada awak media perihal dugaan penipuan dan pengelapan perjalanan haji dan umrah itu.

Korban awalnya merupakan perwakilan Elhanief Tour dan Travel wilayah Kabupaten, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sejak tahun 2016 dia percaya dan ditunjuk H. Akmal Hanif. LC, untuk merekrut calon jamaah haji dan umrah yang akan diberangkatkan melalui agen perjalanan haji dan umroh Elhanief Tour dan Travel.

Sesuai komitmen, para jamaah yang sudah melunasi biaya perjalanan haji dan umrah, akan diberangkatkan bulan April 2019 dan Desember 2019.

Tapi sampai waktu yang telah ditentukan, H. Akmal Hanif. LC tidak diberangkat dan setelah dikonfirmasi korban, dia mengaku tidak sanggup lagi untuk memberangkat calon jamaah haji dan umrah tersebut.

Alasannya karena keterbatasan biaya, sehingga pihak Elhanief Tour dan Travel berjanji akan mengembalikan uang para calon jamaah seluruhnya.

Tapi, tanggal 3 Juni 2019, salah satu pimpinan Elhanif Tour dan Travel, yaitu Ratna datang Kabupaten Aceh Tengah dan menyatakan Elhanief Tour dan Travel tidak sanggup lagi memberangkat calon jamaah karena keterbatasan biaya.***

Komentar

Loading...